Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dibuat untuk Kawal Sultan, Motor Kawasaki Ninja ZX-25R Milik Satpol PP DIY Jadi Sorotan

Anggota Satpol PP Yogyakarta dibekali motor sport Kawasaki Ninja ZX-25R seharga Rp98 juta, untuk mengawal Sultan HB X.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  14:38 WIB
Kawasaki Ninja ZX-25R jadi motor dinas Satpol PP Yogyakarta - Instagram/@agoezbandz (Tempo).
Kawasaki Ninja ZX-25R jadi motor dinas Satpol PP Yogyakarta - Instagram/@agoezbandz (Tempo).

Bisnis.com, SOLO - Kendaraan dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Yogyakarta menjadi sorotan netizen.

Motor dinas yang dipakai untuk mengawal Sultan HB X tersebut dinilai terlalu mahal.

Pasalnya pemerintah DIY memberikan anggotanya dua unit motor sport gahar Kawasaki Ninja ZX-25R pada akhir tahun ini.

Kendaraan tersebut termasuk motor sport kelas 250 cc termahal di Indonesia, yang memiliki harga mulai Rp 98 jutaan.

Selain itu, Satpol PP DIY juga membelikan anggotanya 10 motor dinas operasi Kawasaki KLX 150 CC yang per unitnya Rp 42 juta-an.

"Untuk pengadaan kendaraan operasional ini (2 Kawasaki Ninja ZX-25R dan 10 KLX 150 cc) kami anggarkan Rp 760 juta, tapi saat lelang pemenangnya memasang harga Rp 715 juta," kata Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmat dikutip dari Tempo, Selasa (21/12/2021).

Noviar membeberkan pengadaan kendaraan ini mengacu ketentuan Permendagri nomor 17 tahun 2019. Bahwa salah satu tugas Satpol PP melakukan pengawalan terhadap pejabat daerah.

Dalam beleid itu, rekomendasi kendaraan bermotor yang direkomendasikan memiliki kapasitas mesin 150 cc ke atas.

"Dari berbagai pilihan merek ukuran 250 cc kemarin pas akhir tahun ini banyak stok yang kosong, akhirnya dapat yang Kawasaki ZX 250 ini," kata Noviar.

Noviar mengatakan kebutuhan motor ber-cc besar ini mendesak dilakukan. Karena selama ini anggotanya saat melakukan pengawalan pejabat khususnya Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wakil Gubernur DIY Paku Alam X seringkali ketinggalan.

"Anggota selama ini saat mengawal selalu memakai motor pribadi, kendaraan anggota ini semua berkapasitas mesin 100-125 cc, jadi seringkali tak terkejar, khususnya untuk mengawal mobil Ngarso Dalem (Sultan HB X)," kata Noviar.

Noviar mengatakan mobil dinas yang sering dipakai Sultan HB X sendiri berupa Toyota Camry 3.000 cc.

"Padahal dalam aturan, pengawalan tak boleh dari depan, tapi harus dari belakang, jadi ngejarnya kerepotan," kata dia.

Adapun untuk Kawasaki KLX 150 cc itu, Noviar mengatakan lebih digunakan untuk melakukan operasi penertiban.

"Misalnya untuk penertiban di jalanan, pengamen, gelandangan, pengemis, kalau pakai truk itu pas anggota turun sudah bubar lari semua," kata Noviar.

Tak hanya motor, Satpol PP DIY kini juga tengah melakukan pengadaan untuk mobil operasional pendukung penertiban.

"Kami sebenarnya juga memesan satu unit Mitsubishi Triton, tapi stoknya baru ada tahun depan," kata dia.

Netizen pun langsung melayangkan kritikan pedas terhadap keputusan pemerintah tersebut.

"Kenapa gak pakai Supra saja? kan sama-sama motor. Pemborosan ini mah," tulis akun, @riv**.

Kemudian ada juga pemilik akun, @vah***** yang mengatakan penggunaan sportbike 250cc ini hanya membuang-buang anggaran.

"Bisa dipakai sunmori sekalian. Uang rakyat lagi aja terbuang sia-sia," tulisnya.

Lalu akun @indra_pra******, menilai pemilihan Kawasaki Ninja ZX-25R ini tidak sesuai dengan penggunaannya sebagai motor dinas.

"Ini ngapain pengadaan ZX, kenapa gak pengadaan Versys saja lebih fleksibel kalau emang niatnya untuk kerjaan dan terpaksa harus pakai motor yang mahal," tulisnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogyakarta satpol pp sri sultan hamengkubuwono

Sumber : Tempo

Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top