Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPRD DIY Imbau Warga Maknai Natal dan Tahun Baru dengan Disiplin Prokes

Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta perlu mengambil langkah lebih lanjut guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, terlebih dengan risiko penyebaran varian Omicron.
Muhammad Faisal Nur Ikhsan
Muhammad Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  20:15 WIB
Pengendara melintas di kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Jumat (10/6/2021). - Antara/Hendra Nurdiyansyah
Pengendara melintas di kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Jumat (10/6/2021). - Antara/Hendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, YOGYAKARTA – Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DI Yogyakarta, Eko Suwanto, mengimbau semua pihak memaknai perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

“Menjadi prioritas kita, bagaimana menjaga keselamatan masyarakat. Dengan cara tetap dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” Jelas Eko, Kamis (22/12/2021) siang.

Dalam diskusi yang digelar secara virtual oleh Humas Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta, Eko menjelaskan bahwa meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 se-Jawa Bali, namun pemerintah tetap melaksanakan sejumlah pembatasan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 setelah Nataru.

“Level tiganya tidak jadi, tetapi tetap ada pembatasan-pembatasan. Di Yogyakarta misalnya, [kapasitas pengunjung] tempat wisata maksimum 75 persen, hotel maksimum 50 persen misalnya, kemudian pertunjukan-pertunjukan dengan daring, dan sebagainya,” jelas Eko.

Meskipun demikian, menurut Eko, Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta perlu mengambil langkah lebih lanjut guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Terlebih dengan risiko penyebaran varian Omicron.

“Kami sebutnya, kontrol orang masuk ke Jogja. Jadi di Jogja diperkuat dengan vaksinasi di dan protokol kesehatan, tetapi yang masuk ke Jogja juga harus ada semacam seleksi. Dengan cara apa? Kami menawarkan 3 jurus,” jelas Eko.

Jurus pertama adalah dengan mengendalikan akses transportasi di wilayah-wilayah perbatasan. Menurut Eko, kontrol pembatasan tersebut tak perlu dilakukan selama 24 jam penuh, asalkan pengawasannya dilakukan dengan ketat. “Kita bisa lakukan misalnya bus-bus yang masuk ke DI Yogyakarta itu secara random kemudian dilakukan rapid antigen untuk memastikan masuk ke Jogja itu aman,” tambahnya.

Sementara itu, jurus kedua adalah dengan melakukan pemeriksaan antigen kepada pelaku dan pengelola wisata di DI Yogyakarta. Utamanya bagi mereka yang berhubungan langsung dengan wisatawan luar kota. “Contoh, bagian ticketing, misalnya. Boleh jadi kan tidak semuanya cashless, ada juga yang terima duit cash,” tambah Eko.

Untuk mendukung langkah tersebut, infrastruktur penunjang protokol kesehatan seperti tempat mencuci tangan juga mesti tersedia di tempat-tempat wisata. Lebih daripada itu, fasilitas tersebut mesti disesuaikan dengan kapasitas serta jumlah wisatawan yang ada. “Ini agar tidak ada antrian untuk orang cuci tangan,” tambah Eko.

Sementara itu, Eko menjelaskan bahwa proses edukasi juga diperlukan sebagai jurus terakhir mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 saat Nataru. “Bagaimana pun, harus ada edukasi kepada wisatawan itu sendiri. Untuk juga menjaga keselamatannya, dan ini bukan pekerjaan mudah,” ucapnya.

#ingatpesanibu #sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yogyakarta Natal dan Tahun Baru Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top