Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kawasan Pantai di DIY Jadi Tujuan Favorit Pelancong di Awal 2022

Wisatawan memanfaatkan waktu libur bersama keluarga.
Catur Dwi Janati dan Anton Wahyu P.
Catur Dwi Janati dan Anton Wahyu P. - Bisnis.com 01 Januari 2022  |  16:13 WIB
Pengunjung berada di kawasan Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (31/12/2021). Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melarang kegiatan perayaan malam Tahun Baru 2022 untuk mengantisipasi kerumunan di sejumlah destinasi wisata sebagai upaya penularan Covid-19. - Antara/Hendra Nurdiyansyah.
Pengunjung berada di kawasan Pantai Parangtritis, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (31/12/2021). Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melarang kegiatan perayaan malam Tahun Baru 2022 untuk mengantisipasi kerumunan di sejumlah destinasi wisata sebagai upaya penularan Covid-19. - Antara/Hendra Nurdiyansyah.

Bisnis.com, BANTUL - Kawasan pantai di Jogja menjadi kawasan wisata yang banyak dituju para wisatawan saat Tahun Baru. Hal itu tak lepas dari adanya izin destinasi wisata beroperasi di akhir tahun.

Objek wisata Pantai Parangtritis yang boleh dibuka masih menjadi salah satu primadona bagi para wisatawan merayakan malam tahun baru. Salah satu pengunjung Pantai Parangtritis, Anton merasa senang bisa menghabiskan malam pergantian tahun di tepi pantai selatan. Dia bersama sembilan anggota keluarganya bahkan mendirikan tenda atau kamping tak jauh dari bibir pantai pada Kamis (31/12/2021).

Pantai menjadi destinasi pilihan Anton karena acap kali jadi pusat perayaan tahun baru di DIY. "Soalnya Parangtritis biasanya jadi pusat Tahun Baru. Kalau di Jogja itu ada Parangtritis sama Tugu Jogja ya, kota pilih sini aja yang bisa kamping. Tujuannya memang kamping sama keluarga dan anak-anak," ujarnya.

Meski memiliki saudara di dekat daerah Kretek, Anton dan keluarga besarnya memilih mendirikan tenda agar lebih asik menikmati malam tahun baru. "Tujuannya kamping, bukan mau ke tempat saudara. Ingin melewatkan tahun baru di sini," ungkapnya.

Anton juga paham betul aturan yang berlaku dalam perayaan tahun baru. Tidak diperbolehkannya pesta kembang api, membuat Anton tak berniat menyalakan kembang apoli diujung tahun ini. "Enggak [bawa kembang api], soalnya sudah tahu larangan," ujarnya.

Tak ada kendala yang ditemui Anton selama perjalanan dari Klaten ke Kretek, Bantul. Anton memilih lewat jalan alternatif yang relatif sepi, ketimbang jalam utama. "Kalau lewat jalan utama di area Prambanan kayaknya ada penyekatan," ujarnya.

Berkamping sejak pukul 19.00 WIB, Anton menilai suasana tahun baru kali ini masih tergolong sepi. Cuaca yang hujan-reda berulang membuat wisatawan mungkin mengurungkan niatnya ke pantai. Sekitar pukul 21.30 WIB para wisatawan sempat tunggang langgang mencari tempat berteduh karena hujan terjadi di kawasan pamtai.

Selain hujan, sepinya wisata juga diduga Anton karena masih banyak pengunjung yang takut berwisata karena adanya isu pengetatan. "Mungkin banyak yang belum tahu kalau ada kelonggaran. Karena mikirnya masih ditutup gitu, ada penyekatan. Harapan kedepannya lebih bisa normal lagi seperti dulu. Dulu kan di sini bayak festival kembang api atau apa, hiburan yang murah meriah," tandasnya.

Atas dibukanya wisata di akhir tahun baru ini Anton merasa senang bisa bervakansi di malam hari. "Senang-senang saja, yang penting tetap protokol. Ini juga sudah divaksin semua," tutur Anton.

Wisatawan Pantai Parangtritis lainnya, Prima juga mengaku senang diperbolehkannya wisata buka di akhir tahun. Pantai dipilih Prima dan istrinya untuk menikmati malam tahun baru karena di daerah asal Prima yakni Sragen, tidak ada pantai.

Hanya saja Prima merasa suasana pantai tak seperti dulu saat sebelum pandemi. Ia berharap di tahun depan pariwisata bisa segera pulih seperti dulu, pandemi segera berakhir dan ekonomi normal kembali.

"Ya intinya tidak seperti dulu. Senang tapi enggak begitu seperti tahun-tahun sebelum corona. Iya [Belum meriah], intinya merayakan seadanya saja," ungkapnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan JIBI Sabtu (1/1/2021) pukul 08.00 WIB, jalan menuju Wonosari Gunungkidul padat merayap. Kepadatan arus lalu lintas mulai terlihat selepas Patuk menuju Wonosari. Begitu juga saat memasuki kawasan hutan Wanagama. Banyak kendaraan pribadi pelat jogja dan pelat luar kota yang masuk ke arah Wonosari. Sebaliknya mobil dari arah wonosari menuju jogja terpantau sedikit dan arus lalu lintas lengang.

Diperkirakan kendaraan yang menuju arah Wonosari tersebut bakal menuju sejumlah wisata objek wisata pantai di Gunungkidul seperti Pantai Baron, Kukup, Krakal, Indrayanti, dan lainnya.

"Kami mau ke pantai bersama keluarga. Mumpung masih libur,” ujar Adhi, warga semarang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata yogyakarta diy

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top