Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Akuarium Jadi Pagar Kantor Pemerintahan, Begini Daya Tariknya

Pagar sekaligus akuarium itu diresmikan, Jumat (7/1/2022).
Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati - Bisnis.com 08 Januari 2022  |  11:29 WIB
Akuarium Jadi Pagar Kantor Pemerintahan, Begini Daya Tariknya
Pagar berbentuk akuarium di Kapanewon Bantul jadi perbincangan warga. Ukurannya yang besar dan lebar, membuat warga tertarik berswafoto di depan kolam pada Jumat (7/1/2022). - JIBI/Catur Dwi Janati
Bagikan

Bisnis.com, BANTUL - Kapanewon (sebutan untuk kecamatan di DIY) Bantul membuat inovasi yang diklaim bertujuan melestarikan ekosistem perairan. Bukan teralis besi atau struktur bangunan beton, Kapanewon Bantul memilih akuarium selebar enam meter sebagai pagar bangunan.

Pagar tersebut diisi ratusan ikan, sehingga bisa menjadi pelepas jenuh warga di saat mengurus layanan administrasi. Dengan panjang seluas 6,23 meter, lebar 82 sentimeter dan tinggi 1,3 meter, pagar kolam ikan mampu menampung ratusan jenis ikan. Melalui tiga aerator sebagai alat filtrasi, perawatan kolam ikan di pagar Kantor Kapanewon Bantul ini betul-betul digarap serius. Agar dapat dijadikan contoh atau prototipe bagi warga.

Pagar sekaligus akuarium itu diresmikan, Jumat (7/1/2022). Panewu Bantul, Fauzan Muarifin, menjelaskan pagar dengan bentuk kolam ikan dipilih sebagai ikon dan mendorong warga melestarikan ekosistem perairan di sekitarnya.

"Jumlah ikan yang bisa ditampung kalau sekarang ada 100-an ekor. Ada gurame padang, lele nila, nilem merah dan nilem hitam. Nilem itu semacam ikan terapi," katanya, Jumat.

Dulunya pagar Kantor Kapanewon Bantul hanya terbuat dari struktur beton, beserta taman mini di depannya. Area itu lah yang kini disulap menjadi akuarium jumbo di kantor pelayanan masyarakat ini.

"Ini sebagai ikon, ciri khas Kapanewon Bantul ada kolam pagar. Warga bisa selfie, wisata edukasi mengajak anak-anaknya, ini ada ikan. Edukasi kepada warga karena potensi ikan di Bantul cukup banyak," kata Fauzan.

Sebagai bagian dari fasilitas publik, warga diperbolehkan mampir untuk melihat langsung pagar kolam ikan. Warga bisa datang langsung saat jam kerja, di luar jam kerja bahkan malam sekalipun karena keindahan pagar kolam akan makin ciamik dengan penerangan lampu yang dipasang di sekeliling pagar.

Hadirnya pagar kolam ikan ini juga dinilai Fauzan dapat menjadi alternatif pelepas jenuh saat mengurus administrasi di Kapanewon. "Intinya warga mau berniat ke sini silakan, ada warga ngurus administrasi di Kapanewon, jenuh mau lihat ikan kami persilakan," ungkapnya.

"Agar bisa dinikmati warga, termasuk yang tadi sedang meminta layanan, butuh waktu, terus ada kesempatan sambil ngajak anak-anaknya melihat kolam ini.”

Pembuatan pagar kolam ikan tidak mudah. Kaca kolam yang memiliki tebal kurang lebih dua senti tak bisa lekat dengan sembarangan lem. "Kaca tersambung dengan semen, ini dua elemen yang berbeda. Jadi dibutuhkan lem yang sangat bagus agar tidak terjadi kebocoran. Akhirnya dicarikan lem paling bagus," jelasnya.

Pembuatan kolam menyedot dana Rp26 juta. Setidaknya dibutuhkan waktu 1,5 bulan sampai pagar kolam ikan ini rampung.

Sebelum dibangun pagar kolam ikan, keseriusan Kapanewon Bantul dalam melestarikan ikan ditunjukkan dengan membangkitkan tradisi tebar ikan bagi pengantin baru. Saat menikah, pengantin baru bersama Kapanewon akan melepas ratusan ikan di sungai-sungai yang berada di Kapanewon Bantul.

Dipilihnya bidang perikanan sebagai salah satu sektor unggulan, tidak lepas dari aspek geografis banyaknya sungai di Kapanewon Bantul. "Selain itu upaya ini bisa melestarikan ekosistem dan vegetasi sungai," ujarnya.

"Saya juga mendorong bagaimana di Kapanewon Bantul ada breeder ikan. Sekarang sudah ada breeder tapi ikan hias. Saya ingin ada ikan lele, ikan nila, syukur ada ikan-ikan lain sidat, mungkin nilem," ujarnya.

Upaya menjadikan ikan sebagai produksi unggulan di Kapanewon Bantul juga diwujudkan dengan sejumlah inisiasi pelatihan bagi warga perihal tata cara budi daya ikan. Baik cara pembibitan hingga penggemukannya pernah diberikan melalui pelatihan. "Budi daya ikan itu tidak sulit, hanya butuh kesabaran, ketelatenan, dan ketelitian," ujarnya.

"Ini peluang untuk warga, peluang ekonomi untuk menyejahterakan warga," jelasnya.

Sejak pagar akuarium sedang proses pembangunan, sudah banyak warga yang penasaran akan bagaimana jadinya pagar kolam ikan ini. "Bahkan beberapa warga sudah menghubungi saya ingin menyumbang ikan di kolam ini," katanya.

Nantinya secara berkala perawatan pagar kolam ikan ditangani petugas Kapanewon Bantul. Secara teratur pagar kolam ikan akan dibersihkan. Untuk keamanannya, bagian atas kolam akan dipasangi penutup besi agar daun dan ranting pohon tidak jatuh langsung ke kolam.

Meski sudah jadi serbuan para warga, Fauzan masih akan menambah dekorasi pada pagar kolam ikan. "Nanti masih akan kami sempurnakan dengan beberapa aksesoris, misalnya batu putih, karang, pohon air," ujarnya.

Salah satu warga yang sudah berencana mengajak keponakannya mengunjungi pagar kolam ikan adalah Ega. Perempuan asal Kalurahan Palbapang ini sudah ancang-ancang mengajak keponakannya melihat pagar kolam pada sore hari. "Kolamnya bagus, buat pemandangan, biar segar penglihatannya dan melestarikan ekosistem air," ujarnya.

Warga lainnya, Nur Wahyuni asal Kalurahan Ringinharjo juga mengaku senang dengan fasilitas baru itu. "Bagus kalau ngurus-ngurus administrasi, bisa lihat ikan di sini dulu. Sama ngajak anak, lihat ini dulu, biar tidak di dalam menunggunya. Bisa selfie, jarang banget ada kayak gini," ujarnya.

Salah satu siswa SMK Putra Tama yang tengah magang di Kantor Kapanewon Bantul, Dila, juga antusias dengan keberadaan pagar kolam ikan. Dila yang tinggal di panti asuhan tak jauh dari kantor kapanewon bisa menikmati keindahan kolam ikan nantinya. "Jadi lebih enak dipandang, tidak monoton," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perikanan bantul ikan hias diy

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top