Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kondisi Terkini di Wadas, Sejumlah Warga Ditangkap, Listrik dan Jaringan Seluler Mati

Sejumlah warga di Wadas, Purworejo ditangkap polisi saat pengukuran lokasi rencana penambangan material Bendungan Bener.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 08 Februari 2022  |  16:46 WIB
Kondisi Terkini di Wadas, Sejumlah Warga Ditangkap, Listrik dan Jaringan Seluler Mati
Sejumlah personel polisi bersiaga di Wadas, Purworejo - Twitter
Bagikan

Bisnis.com, PURWOREJO - Seorang warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo ditangkap polisi pada Selasa pagi, 8 Februari 2022.

Penangkapan itu terjadi sebelum ratusan personel polisi mendatangi Desa Wadas di saat yang sama sedang dilakukan pengukuran lokasi rencana penambangan material Bendungan Bener.

Awalnya warga tersebut akan pergi ke arah Kota Purworejo. Ketika mampir sarapan sejumlah polisi lantas mendatangi dan membawanya ke Markas Kepolisian Sektor Bener.

"Sampai saat ini, satu warga tersebut masih belum diketahui kabar dan keberadaannya," kata perwakilan Gerakan Pecinta Alam Desa Wadas, Insin Sutrisno, melalui siaran tertulis, Selasa, 8 Februari 2022.

Kemudian pukul 10.00 ratusan polisi memasuki Desa Wadas. Mereka mengendarai mobil, motor, dan sebagian berjalan kaki.

Polisi juga menangkap sejumlah warga yang berkumpul di masjid.

"Aparat kepolisian mengepung dan menangkap warga yang sedang mujahaddah di masjid," katanya.

"Aparat kepolisian mendatangi ibu-ibu yang sedang membuat besek di posko-posko jaga dan merampas semua barang mereka," lanjutnya

Kini jaringan selular di Wadas mati setelah semalam aliran listrik ke sana juga padam padahal desa sekitar menyala.

"Warga masih kesusahan untuk mendapatkan sinyal karena ada indikasi sinyal di-take down sehingga terhambat untuk mengabarkan kondisi lapangan," sebut dia.

Menanggapi kejadian tersebut warga yang menolak penambangan batuan andesit di desanya meminta Gubernur dan Kepala Kepolisian Jawa Tengah menghentikan pengukuran.

"Menarik aparat kepolisian dari Desa Wadas serta menghentikan kriminalisasi dan intimidasi aparat terhadap warga. Dan bebaskan warga Wadas yang ditangkap oleh Polres Purworejo," ujarnya.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Tengah Komisaris Besar Iqbal Alqudusy belum menanggapi konfirmasi terkait penangkapan dan pengerahan personel ke Desa Wadas tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Purworejo wadas

Sumber : Tempo.co

Editor : Setyo Puji Santoso
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top