Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Ini Alasan GPH Paundrakarna Gagal Naik Takhta Jadi Raja Mangkunegara X

Diberi gelar Pangeran Sepuh, ini alasan kenapa GPH Paundrakarna gagal jadi Raja Mangkunegara X Solo.
Restu Wahyuning Asih
Restu Wahyuning Asih - Bisnis.com 18 Maret 2022  |  15:50 WIB
Ini Alasan GPH Paundrakarna Gagal Naik Takhta Jadi Raja Mangkunegara X
Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Jiwo Suryonegoro - dok.Solopos
Bagikan

Bisnis.com, SOLO - Gusti Pangeran Haryo (GPH) Paundrakarna Jiwo Suryonegoro kini mendapat gelar Pangeran Sepuh di Pura Mangkunegaran Solo.

Gelar itu didapatkannya setelah ia gagal dikukuhkan sebagai Raja Mangkunegara X Solo.

Padahal jika menilik dari silsilah keluarga, Paundra layak naik takhta karena merupakan putra sulung Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagoro IX.

Terlebih ia juga bergama Islam, yang seusai dengan ketentuan Raja Mataram Islam.

Namun ia harus mengalah kepada adiknya, Bhre Cakrahutomo Wiro Sudjiwo yang kini memiliki gelar KGPPA Mangkunegara X.

Melansir dari Solopos, Paundrakarna memang putra sulung mendiang KGPAA Mangkunagoro IX.

Namun, dia tidak terpilih meneruskan takhta Pura Mangkunegaran dikarenakan ibunya bukanlah permaisuri.

Pasalnya diketahui, pernikahan KGPAA Mangkunagoro IX dengan Sukmawati Soekarnoputri kandas sebelum dia bisa naik takhta. Alhasil, Sukmawati pun tidak mendapatkan gelar sebagai permaisuri.

KGPAA Mangkunagoro IX kemudian menikah lagi dengan Prisca Marina Haryogi Supardi yang mendapat gelar sebagai permaisuri.

Dari pernikahan ini dia dikaruniai tiga anak, dua perempuan dan satu laki-laki. Anak laki-laki tersebut yakni Bhre Cakrahutomo.

Berdasarkan hasil musyawarah keluarga, GPH Bhre Cakrahutomo ditunjuk sebagai penerus takhta mejadi KGPAA Mangkunagoro X.

Sementara itu, Paundrakarna diberi gelar sebagai Pangeran Sepuh.

Meskipun kini sudah disebut ikhlas dengan keputusan kerajaan, Paundra sempat 'mutung'.

Ia pun terlihat tak menghadiri pengukuhan Bhre Cakrahutama dan acara ruwahan Mangkunegaran pada Kamis (17/3/2022) kemarin.

Meskipun tak hadir dalam acara ruwahan, Paundra nampak membagikan kedekatannya dengan Bhre di akun Instagramnya.

“Hati yang ikhlas mencerminkan suatu perdamaian. Bila kita mempunyai jiwa yang besar untuk mengalahkan sebuah ego itu adalah Jiwa kesatria,” tulis Paundra.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Solo kerajaan
Editor : Restu Wahyuning Asih
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top