Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rayakan Idulfitri, Jepara Kembali Gelar Tradisi Pesta Lomban

Pada tahun ini, tradisi Pesta Lomban digelar secara terbuka bagi masyarakat umum.
Ilustrasi - Perebutan sesaji yang berisi kepala kerbau, ingkung (ayam utuh), jajanan pasar, serta kupat dan lepat di kapal miniatur tetap terjadi karena ada delapan nelayan yang menceburkan diri ke laut setelah kapal yang mereka tumpangi berhasil mendekat./Antara
Ilustrasi - Perebutan sesaji yang berisi kepala kerbau, ingkung (ayam utuh), jajanan pasar, serta kupat dan lepat di kapal miniatur tetap terjadi karena ada delapan nelayan yang menceburkan diri ke laut setelah kapal yang mereka tumpangi berhasil mendekat./Antara

Bisnis.com, SEMARANG – Tahun ini, tradisi Pesta Lomban di Jepara kembali dilaksanakan secara terbuka bagi masyarakat umum. Sebelumnya, selama dua tahun, Pemerintah Kabupaten Jepara membatasi penyelenggaraan acara tersebut sebagai upaya pengendalian kasus Covid-19.

“Sejak adanya pandemi Covid-19 ini, selama dua tahun ini event Pesta Lomban memang dilaksanakan sangat sangat terbatas. Hanya prosesi dan ritualnya saja yang diselenggarakan. Masyarakat umum tidak bisa menyaksikan. Seiring melandainya angka pandemi, termasuk di Jepara, maka event Pesta Lomban ini diadakan kembali dengan segala kemeriahannya,” jelas Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Jepara Arif Darmawan, Senin (9/5/2022).

Arif menjelaskan bahwa acara tersebut merupakan salah satu tradisi yang telah berlangsung turun temurun di kawasan pantai Jepara. Bahkan, menurutnya, salah satu artikel berbahasa Belanda mencatat masyarakat pesisir Jepara telah menggelar tradisi Pesta Lomban sejak abad ke-19.

Pesta Lomban sendiri merupakan serangkaian acara yang dilaksanakan setelah Idulfitri. Rangkaian acaranya terdiri dari prosesi ziarah, penyembelihan kerbau, penampilang wayang semalam suntuk, hingga pelarungan gunungan ketupat, lepet, dan kepala kerbau ke tengah laut.

“Semoga dengan seperti ini Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, akan memberikan apa yang kita harapkan. Yaitu hasil tangkapan ikan yang melimpah,” ucap Bupati Jepara Dian Kristiandi dalam sambutannya.

Diperkirakan, ada seratus lebih masyarakat yang bakal memperebutkan sesaji yang bakal dilarung ke tengah laut. Dian bahkan menyebut jumlahnya bisa lebih dari perkiraan awal tersebut.

“Saya sangat meyakini tidak hanya 109 [yang ikut berebut gunungan]. Itu barangkali yang start dari sini. Kita yakini yang ikut dari sebelah utara, mungkin dari arah selatan, maka jumlahnya akan melebihi dari angka yang diperkirakan panitia,” jelasnya.

Meskipun diperbolehkan untuk mengikuti rangkaian acara Pesta Lomban, Dian mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti arahan petugas yang berjaga di lokasi acara.

“Baik mulai dari darat maupun yang sudah di tengah lautan. Kita tidak menginginkan sesuatu yang tidak baik bagi masyarakat,” tambahnya.

Sebagai informasi, Pesta Lomban, Bakda Kupat, atau Bakda Lomban, digelar di kawasan Pantai Kartini, Kabupaten Jepara. Namun demikian, masyarakat juga bisa menyaksikan pelaksanaan tradisi tersebut dari Ujung Gelam, Pantai Koin, Karimunjawa, juga di beberapa lokasi lainnya. Puncak acara Pesta Lemban jatuh pada 7 Syawal atau tepat satu minggu setelah Hari Raya Idulfitri.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Ajijah
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper