Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kenaikan Harga Telur dan Bawang Merah Kerek Inflasi Jateng

Tingkat inflasi tahun kalender Mei 2022 sebesar 2,87 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2022 terhadap Mei 2021) sebesar 3,91 persen.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 02 Juni 2022  |  14:43 WIB
Ilustrasi. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Ilustrasi. - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, SEMARANG - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Mei 2022, Jawa Tengah mengalami inflasi sebesar 0,58 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 110,38. Dari enam kota IHK di Jawa Tengah, semua kota mengalami inflasi.

Kepala Badan Pusat Statistik Jateng Adhi Wiriana mengatakan, penyebab utama inflasi di Jawa Tengah adalah kenaikan harga telur ayam ras, bawang merah, cabai merah.

"Penahan utama inflasi di Jawa Tengah adalah penurunan harga minyak goreng, emas perhiasan, udang basah, beras, dan nangka muda," kata Adhi, Kamis (2/6/2022).

Adapun, tingkat inflasi tahun kalender Mei 2022 sebesar 2,87 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2022 terhadap Mei 2021) sebesar 3,91 persen.

Ia menjelaskan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Tegal sebesar 1,03 persen dengan IHK sebesar 111,96 diikuti oleh Kota Surakarta sebesar 0,71 persen dengan IHK sebesar 111,49.

"Kabupaten Banyumas sebesar 0,63 persen dengan IHK sebesar 111,27, Kabupaten Cilacap sebesar 0,59 persen dengan IHK sebesar 110,73, Kota Semarang sebesar 0,53 persen dengan IHK sebesar 109,95, dan inflasi terendah terjadi di Kota Kudus sebesar 0,38 persen dengan IHK sebesar 109,86," tambahnya.

Menurutnya inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok transportasi sebesar 1,22 persen, kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,17 persen.

"Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,61 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,56 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,40 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,18 persen," katanya. (k28)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Inflasi jateng
Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top