Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cacar Monyet: Masyarakat Diminta Untuk Tidak Khawatir Berlebihan

Selain menghindari kontak langsung dengan penderita, masyarakat juga bisa melakukan vaksinasi untuk mencegah penularan cacar monyet.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 06 Juni 2022  |  16:26 WIB
Ilustrasi vaksin cacar monyet (monkeypox). - Istimewa
Ilustrasi vaksin cacar monyet (monkeypox). - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG - Wayan Tunas Artama, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM), mengimbau masyarakat untuk tidak khawatir berlebihan soal penyakit cacar monyet.

Penyakit cacar monyet sendiri mulai mewabah di Inggris sejak awal Mei lalu. Hingga awal Juni ini, dilaporkan ada 700 kasus cacar monyet yang sudah terkonfirmasi di 11 negara non-endemik lainnya.

Wayan menyebut masyarakat bisa melakukan pencegahan dengan menghindari kontak erat dengan orang yang bergejala. Adapun gejala cacar monyet yang umum muncul antara lain demam, menggigil dengan atau tanpa keringat, nyeri tenggorokan dan batuk, pegal-pegal, pembengkakan kelenjar limfa, sakit kepala, diikuti dengan munculnya ruam di kulit.

“Masa inkubasi cacar monyet berkisar  6 sampai 13 hari,” jelas Wayan dalam siaran persnya, Senin (6/6/2022).

Wayan menjelaskan bahwa penyakit cacar monyet sendiri berasal dari hewan yang terserang virus. Ketika hewan tersebut dikonsumsi manusia, penyakit cacar monyet itu bisa menular. Beberapa jenis hewan yang menjadi media penyebaran penyakit tersebut antara lain tikus, tupai, dan primata seperti kera dan monyet.

“Penularan cacar monyet dari manusia ke manusia utamanya melalui droplet pernapasan yang secara umum perlu kontak erat yang cukup lama,” jelas Wayan.

Selain menghindari kontak erat dengan penderita, masyarakat diimbau untuk melakukan sejumlah upaya pencegahan. Misalnya saja dengan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, memakai masker, menerapkan hubungan seksual yang aman, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

“Edukasi dan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap faktor risiko dapat dijadikan strategi utama untuk menurunkan paparan terhadap virus cacar monyet,” jelas Wayan.

Masyarakat juga bisa melakukan vaksinasi untuk mencegah penularan. Vaksin cacar bisa digunakan karena mampu memberikan perlindungan parsial terhadap infeksi virus cacar monyet tersebut.

Wayan juga menambahkan bahwa pemerintah mesti melakukan upaya surveilans dengan membatasi ruang gerak hewan, terutama dari daerah endemik dan negara-negara yang sudah terjangkit. Upaya tersebut juga pernah dilakukan Amerika Serikat ketika menghadapi wabah serupa di tahun 2003 lalu.

“Sementara hewan yang diduga telah kontak dengan hewan terinfeksi perlu dikarantina serta ditangani sesuai dengan standar pencegahan dan dilakukan observasi gejala cacar monyet selama 30 hari,” jelas Wayan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ugm Cacar monyet

Sumber : ugm.ac.id

Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top