Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Muncak ke Gunung Lawu Dilarang Pakai Batik Motif Ini, Kenapa?

Pendaki Gunung Lawu dilarang pakai baju motif mrutu hingga pakaian berwarna hijau, ini alasannya.
Sri Sumi Handayani, Nugroho Meidinata
Sri Sumi Handayani, Nugroho Meidinata - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  14:26 WIB
Muncak ke Gunung Lawu Dilarang Pakai Batik Motif Ini, Kenapa?
Gunung Lawu - Istimewa

Bisnis.com, SOLO - Mendaki gunung merupakan aktivitas yang banyak menjadi hobi dari sebagian orang. Pasalnya, pengalaman mendaki gunung dapat menjadi momen yang terlupakan.

Di daerah Jawa Tengah sendiri, terdapat beberapa gunung yang menjadi favorit para pendaki. Salah satunya yakni Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Meskipun memiliki pemandangan yang sangat indah, menaiki Gunung Lawu memiliki aturan yang harus dipatuhi. 

Terdapat sebuah larangan bagi pendaki yang ingin menakhlukkan Gunung Lawu ini. Salah satu larangannya adalah pendaki diimbau tidak mengenakan pakaian atau pun batik bermotif mrutu sewu.

Melansir dari Solopos, Kepala Dispapora Karanganyar 2020 Titis Sri Jawoto mengatakan bahwa motif mrutu sewu ini akan terlihat samar saat berada di antara pepohonan.

Menurutnya, terdapat dua alasan dari segi filosofi dan logika mengapa pendaki tak diperbolehkan memakai baju warna ini.

“Itu menurut filosofi tradisional. Sebenarnya kalau soal percaya tidak percaya, tapi kalau secara logika misalnya tidak boleh pakai motif mrutu sewu. Itu nanti kalau dia agak jauh dari teman-temannya enggak bisa kelihatan. Secara logika masuk akal. Ya ada yang percaya kalau itu enggak bagus untuk naik gunung,” ujar pria yang kini menjabat sebagai Asisten II Sekda Kabupaten Karanganyar itu. 

Motif mrutu sewu ini identik dengan warna hitam putih dengan corak yang begitu khas. Selain mrutu sewu, pendaki Gunung Lawu juga dilarang menganakan pakaian atau atribut berwarna hijau pupus.

Hal ini dikarenakan warna hijau pupus menyerupai dedaunan, sehingga membuat sang pemakai menjadi samar.

“Tetapi sebetulnya bisa dinalar kok. Kalau pakai atribut, pakaian warna hijau pupus menyerupai dedaunan maka saat terpisah dari rombongan akan susah ditemukan. Ijo pupus itu kan warna alam,” beber Korlap Bidang Destinasi Dispapora Karanganyar, Nardi.

Namun, larangan ini ternyata justru pernah dilakukan oleh seorang netizen yang mengaku pernah mendaki Gunung Lawu dengan pakaian serba hijau. Bahkan, tenda yang ia gunakan juga berwarna hijau.

Netizen yang berkomentar di unggahan pengelola akun Facebook Pendaki Cantik itu mengaku tak ada masalah apa pun ketika mendaki gunung setinggi 3.265 mdpl.

Ia mengaku pernah mendaki ke Lawu menggunakan jaket berwarna hijau. Bahkan ia sempat bertanya kepada penduduk sekitar mengenai baju yang dipakainya itu.

“Saya ini ke Lawu pakai jaket hijau, tenda warna hijau iya ga ada apa2, tapi saya tanyakan ke warga sekitar katanya boleh pakai pakaian warna ijo, asal bukan yang berbahan sutra. Saya sendiri sih ngga tau alasannya yang penting kita menghargai kepercayaan warga sana. Semua itu tergantung diri kita sendiri, kalau kitanya ngga sopan atau sompral ya bisa saja celaka, yang penting kita naik gunung dengan niat yang baik & sopan dan tidak buang sampah sembarangan,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gunung Gunung Lawu pendaki gunung mendaki gunung

Sumber : Solopos

Editor : Restu Wahyuning Asih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top