Biaya Operasional Mahal Paksa Nelayan Pati Tak Melaut

Banyak nelayan yang lebih memilih tidak melaut, ketika melihat teman nelayan lain yang mencoba melaut ternyata tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.
Kapal nelayan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, saat ditambatkan di Sungai Silugonggo Kecamatan Juwana, Pati./Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif.
Kapal nelayan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, saat ditambatkan di Sungai Silugonggo Kecamatan Juwana, Pati./Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif.

Bisnis.com, PATI - Ratusan kapal nelayan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tak bisa melaut karena mahalnya biaya operasional untuk melaut menyusul tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, sedangkan hasil melautnya minim.

Menurut Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Pati Rasmijan di Pati, Senin (11/7/2022), jumlah kapal nelayan yang tidak melaut hingga saat ini mencapai 500-an kapal.

Salah satu penyebabnya, kata dia, karena mahalnya biaya operasional melaut, terutama tingginya harga solar non subsidi yang mencapai Rp16.500 per liter. Sedangkan kebutuhan sekali melaut bisa mencapai ratusan ribu liter.

Ia mencontohkan melaut dengan tujuan laut di Papua persediaan solarnya bisa mencapai 1.000 drum dengan kapasitas 200 liter per drumnya. Namun, hasil melautnya ternyata tidak sesuai harapan.

Untuk itulah, kata dia, banyak nelayan yang lebih memilih tidak melaut, ketika melihat teman nelayan lain yang mencoba melaut ternyata tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.

Permasalahan lain yang semakin memberatkan para nelayan, kata dia, adanya kenaikan Pungutan Hasil Perikanan (PHP).

"Nelayan juga masih dihadapkan dengan aturan lain terkait pengurusan persyaratan melaut yang sampai sekarang masih ada permasalahan yang belum bisa terselesaikan dengan cepat," ujarnya.

Untuk itu, para nelayan di Kabupaten Pati berencana mengajukan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Pusat. Di antaranya soal harga solar agar diturunkan serta kemudahan dalam pengurusan surat-surat kelengkapan untuk melaut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Editor : Miftahul Ulum
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper