297 Kasus DBD Ditemukan di Klaten, 14 Pasien Dikabarkan Meninggal

Kasus kematian akibat DBD di Klaten terjadi akibat terlambatnya penanganan medis yang diberikan.
Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019)./ANTARA-Anis Efizudin
Petugas Dinas Kesehatan menunjukkan nyamuk saat melakukan kegiatan pemberantasan jentik nyamuk di kawasan kota Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (6/2/2019)./ANTARA-Anis Efizudin

Bisnis.com, SEMARANG – Kabupaten Klaten mencatat kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada periode Januari-Juli 2022 mencapai 297 kasus. Dari jumlah tersebut, 14 orang pasien DBD dilaporkan meninggal dunia.

Wahyuning Nugraheni, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten menyebut kasus kematian yang terjadi disebabkan oleh terlambatnya penanganan medis yang diberikan.

“Sebagian masyarakat masih khawatir gejala yang dikeluhkan akan dimasukkan dalam gejala Covid-19. Padahal tenaga kesehatan akan membedakan pasien gejala Covid-19 dan non-Covid-19,” jelas Wahyuning, Rabu (13/7/2022).

Untuk menanggulangi hal tersebut, masyarakat diminta untuk segera mencari layanan medis apabila diduga terjangkit DBD. Dia mengatakan bahwa pasien sebaiknya menyampaikan dengan jelas kapan mulai sakit, gejala apa saja yang dirasakan.

Menurutnya, penjelasan dari pasien sangat memengaruhi penanganan medis yang diberikan dan berdampak pada proses pemulihan pasien.

Wahyuning menyebut jumlah kasus DBD di Kabupaten Klaten bakal terus meningkat apabila tidak ada tindakan yang diambil untuk mencegah dan mengendalikan penyakit tersebut. Salah satu cara terbaik untuk mengendalikan DBD adalah dengan mengurangi munculnya jentik nyamuk.

“Setiap orang, setiap rumah tangga, dan setiap instansi, secara bertahap dan aktif harus menerapkan langkah-langkah pencegahan demam berdarah. Sejauh ini, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) merupakan langkah yang efektif untuk memutus siklus nyamuk sebagai pembawa bibit penyakit,” jelasnya.

Pada perkembangan lainnya, kenaikan jumlah kasus DBD dilaporkan terjadi di Kota Pekalongan. Pada 2021, kasus DBD di wilayah tersebut mencapai 39 kasus. Sementara itu, pada periode Januari-Juni 2022, ada 72 kasus DBD yang terjadi di Kota Pekalongan.

“Cuaca yang tidak menentu, hujan panas, yang menyebabkan timbulnya penampungan air. Di situ banyak jentik nyamuk di tandon air, sampah bekas botol plastik atau kaca, daun yang lebar, dan menjadi tempat perindukan nyamuk,” jelas Taufik, Administrator Kesehatan Muda Dinas Kesehatan Kota Pekalongan.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kesakitan DBD per 100.000 penduduk di Jawa Tengah mencapai 12,80 poin. Dari angka tersebut, Kabupaten Cilacap menjadi wilayah dengan angka kesakitan DBD tertinggi yaitu di angka 36,10 poin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Sumber : klatenkab.go.id, jatengprov.go.id
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper