Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Transisi ke Energi Hijau, Phapros Turunkan Emisi Karbon Hingga 790 Ton per Tahun

Transisi energi tersebut tak cuma menyentuh pengurangan emisi karbon. Phapros juga melakukan penghematan pada sejumlah sumber daya.
Pekerja Divisi Engineering PT Phapros Tbk melakukan pengecekan CNG.-Istimewa/Phapros
Pekerja Divisi Engineering PT Phapros Tbk melakukan pengecekan CNG.-Istimewa/Phapros

Bisnis.com, SEMARANG – PT Phapros Tbk. (PEHA) sebagai bagian dari holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Farmasi berkomitmen untuk bisa menurunkan tingkat emisi karbon dari proses produksi yang dilakukan.

Hadi Kardoko, Direktur Utama PT Phapros Tbk., menyampaikan bahwa komitmen tersebut terwujud dengan upaya transisi ke energi hijau atau green energy yang dilakukan perusahaan.

“Salah satunya adalah mengonversi energi BBM solar ke CNG (Compressed Natural Gas) yang didukung dengan penggunaan Green Chiller Hydrocarbon dan panel solar. Hasilnya, Phapros berhasil menurunkan emisi karbon sebesar 790 ton per tahun,” jelasnya pada Kamis (14/7/2022).

Transisi energi tersebut tak cuma menyentuh pengurangan emisi karbon. Phapros juga melakukan penghematan pada sejumlah sumber daya. Hadi menjelaskan bahwa penghematan air dalam lini produksi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi washing steriline. Modifikasi dilakukan pada mesin-mesin produksi produk injeksi Phapros. Hasilnya, konsumsi air berhasil dihemat hingga 50 persen atau 225.000 liter per tahun.

Secara umum, komitmen kami untuk energi hijau ini telah meningkatkan efisiensi perusahaan sebesar 12,9 persen per tahun. Tentu ini merupakan suatu hal yang sangat positif bagi sebuah perusahaan farmasi yang identik dengan polusi karbon dalam kegiatan manufakturnya,” jelas Hadi dalam siaran pers yang diterima Bisnis.

PT Phapros Tbk. Juga telah mengantongi sertifikat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sejak 2012-2020.

Upaya untuk menurunkan emisi karbon sendiri telah dicanangkan oleh pemerintah. Langkah tersebut menindaklanjuti Konferensi Perubahan Iklim (COP 26) yang berkomitmen untuk menurunkan emisi sampai level nol karbon atau net-zero carbon. Pemerintah sendiri telah menjalin kerja sama dengan sektor industri Tanah Air untuk bisa mewujudkan target net-zero carbon itu hingga tahun 2060 nanti.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, pembangunan rendah karbon dan ketahanan iklim telah menjadi agenda prioritas nasional dalam kegiatan pembangunan di Indonesia. Pemerintah telah menyampaikan komitmennya untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dalam kurun waktu tersebut.

Phapros ingin membantu pemerintah mencapai target tersebut. Dan apa yang telah Phapros upayakan saat ini bukanlah titik akhir. Kami akan terus berinovasi dalam mengurangi emisi gas karbon pada proses produksi sehingga nantinya dalam jangka panjang kita bisa berkontribusi terhadap perbaikan iklim dunia,” jelas Hadi.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Sumber : Siaran Pers
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper