Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Izin Mentan Terbit, Impor Bawang Putih ke Jateng Bisa Redam Inflasi

Impor bawang putih yang diperbolehkan di Tanjung Emas juga berpotensi mendorong ekspor produk hortikultura.
Ilustasi. Suasana bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang./Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan.
Ilustasi. Suasana bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang./Bisnis-Muhammad Faisal Nur Ikhsan.
Bisnis.com, SEMARANG - Kementerian Pertanian melalui Peraturan Menteri Pertanian No.06/2022 telah memberikan lampu hijau buat Pelabuhan Tanjung Emas Semarang untuk melayani impor bawang putih. Aturan yang ditandatangani pada Juni lalu itu juga berlaku buat Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

"Jadi hanya bawang putih, kalau selama ini seolah-olah hortikultura [yang sudah boleh masuk] itu enggak [tepat]," jelas Turhadi Noerachman, Kepala Balai Karantina Pertanian Semarang saat dihubungi Bisnis, Senin (12/9/2022).

Menanggapi beleid yang keluar beberapa bulan lalu itu, Turhadi menjelaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan sosialisasi bagi para instansi terkait seperti pengelola pelabuhan hingga pelaku usaha.

"Saat ini importir sedang mengurus perizinan karena pemasukan bawang putih ini kan diatur sebagai barang yang pemasukannya terbatas. Sehingga harus diatur untuk mendapat perizinan dari Menteri Perdagangan dan rekomendasi dari Menteri Pertanian," jelas Turhadi.

Turhadi mengungkapkan bahwa Pelabuhan Tanjung Emas sendiri siap untuk melayani 96 kontainer reefer dalam sekali pemasukan bawang putih. Namun demikian, karena masih dalam tahap sosialisasi, sementara ini belum ada data terkait seberapa banyak jumlah impor bawang putih yang sudah diterima Pelabuhan Tanjung Emas.

Diharapkan, dengan lampu hijau yang diberikan Kementerian Pertanian tersebut, ketahanan pangan di Jawa Tengah khususnya pada komoditas bawang putih bisa terus dijaga. Pasalnya, komoditas tersebut rawan mengalami kenaikan harga sehingga bisa memicu inflasi di daerah.

"Dengan Tanjung Emas dibuka paling tidak bisa mengurangi potensi terjadi inflasi untuk Jawa Tengah. Juga untuk memanfaatkan kontainer yang masuk. Itu kan kontainer reefer, berpendingin, harapannya bisa dimanfaatkan untuk ekspor komoditas hortikultura Jawa Tengah," jelas Turhadi.

Upaya untuk meningkatkan stok bawang putih di Jawa Tengah memang kian mendesak untuk dilakukan. Pasalnya, sepanjang 2019-2020 saja, luas panen bawang putih di Jawa Tengah dilaporkan mengalami penyusutan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) luas panen komoditas bawang putih di Jawa Tengah pada 2019 lalu mencapai 5.289 hektare. Pada 2020, luasannya menyusut hingga tersisa di 5.137 hektare.

Berkurangnya luas panen itu juga berimbas pada penurunan angka produksi bawang putih. BPS mencatat ada 361.789 ton bawang putih yang dipanen pada 2019. Pada 2020, angkanya hanya berkisar di 316.514 ton.

Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Sumanto, mengingatkan pemerintah daerah untuk bisa berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga pangan. "Pemerataan distribusi menjadi kunci, jangan ada harga komoditas yang melambung tinggi atau hilang di pasaran," ucapnya beberapa waktu lalu.

Selain membuka akses impor, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah membuka pusat pelatihan budi daya bawang putih di Kabupaten Tegal. Fasilitas tersebut merupakan buah kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Institut Pertanian Bogor, serta Bank Indonesia.

"Harapan kita, capaian atau target yang diinginkan tadi bisa ya, mungkin swasembada bawang ya enggak lah. Tapi mendekati produksi atau kebutuhan bisa tercukupi di atas 50 persen, wajib menurut saya. Kalau sekarang baru 20 persenan, menurut saya terlalu kecil," ucap Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah saat meresmikan fasilitas tersebut pada Agustus lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper