UGM Terima Rp67 Miliar Lebih dari Program Matching Fund Kedaireka 2022

Matching Fund Kedaireka 2022 merupakan program yang diinisiasi Kemendikbudristek untuk menghubungkan perguruan tinggi dengan pihak mitra swasta.
Kampus Universitas Gajah Mada (UGM)/Antara
Kampus Universitas Gajah Mada (UGM)/Antara
Bisnis.com, SEMARANG - Sepanjang  2022 ini Universitas Gadjah Mada (UGM) mendapatkan dana sebesar Rp67 miliar dari program 'Mathing Fund Kedaireka 2022'. Perguruan tinggi tersebut juga mengantongi dana kontribusi dari mitra program yang sama dengan jumlah lebih dari Rp72 miliar.

"Angka ini menjadikan UGM sebagai universitas dengan jumlah proposal dan didanai terbanyak tahun ini," kata Plt Dirjen Dikti Nizam, pada Rabu (28/12/2022).

Program 'Matching Fund Kedaireka 2022' merupakan program yang diinisiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk menghubungkan perguruan tinggi dengan pihak mitra dari Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Program itu diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan dalam dunia industri sembari mendukung terbentuknya ekosistem Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Sepanjang 2022 ini, program 'Matching Fund Kedaireka' menerima 5.407 proposal dari 504 perguruan tinggi se-Indonesia. Ignatius Susatyo Wijoyo, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, menjelaskan bahwa dari 296 proposal yang diajukan UGM dalam program tersebut, ada 95 proposal yang berhasil lolos dan didanai.

"Saat ini, UGM menghasilkan 60 produk prototipe dan 6 produk yang siap dihilirkan ke industri," kata Susatyo. Ke depannya, UGM bakal menyiapkan teknologi dan inovasi yang lebih baik guna menjawab tantangan di masa mendatang.

"Capaian di tahun 2022 ini akan menjadi lompatan inovasi di tahun 2023, memperkuat interaksi dan tautan antara UGm dan mitra industri dalam membangun inovasi membumi untuk negeri," kata Susatyo dalam siaran persnya.

Terkait pemanfaatan platform Kedaireka, Rektor UGM Ova Emilia, menyebut perguruan tinggi itu bakal terus menjalin kerja sama dengan DUDI untuk meningkatkan manfaat dan mendorong perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masyarakat.

"Kami mengapresiasi kerja keras peneliti yang menjalankan program Matching Fund. Harapannya bisa bermanfaat baik bagi institusi maupun masyarakat," jelas Ova.

Program Matching Fund tersebut tak cuma mendukung upaya hilirisasi penelitian perguruan tinggi. Lebih lanjut, program tersebut mendukung capaian Indikator Kerja Utama (IKU) perguruan tinggi. Setidaknya, ada dua indikator yang bisa dipenuhi dengan mengikuti kegiatan tersebut. Indikator itu antara lain jumlah mahasiswa berkegiatan di luar kampus juga penerapan riset dosen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper