Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Sektor Usaha Pertanian Jateng Tumbuh Positif pada Desember 2022

Kenaikan sebagian besar komoditas pangan memberikan peningkatan pemasukan buat petani-petani di Jawa Tengah.
M Faisal Nur Ikhsan
M Faisal Nur Ikhsan - Bisnis.com 03 Januari 2023  |  12:48 WIB
Sektor Usaha Pertanian Jateng Tumbuh Positif pada Desember 2022
Petani memisahkan padi dari tangkainya secara tradisional. - Antara/Yulius Satria Wijaya
Bagikan
Bisnis.com, SEMARANG - Pengujung tahun 2022 membawa angin segar bagi sektor usaha pertanian di Jawa Tengah. Kenaikan sebagian besar komoditas pangan memberikan peningkatan pemasukan buat petani-petani di wilayah tersebut. Hal tersebut terlihat dari dua indikator pertanian yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Senin (2/1/2023).
Arjuliwondo, Statisti Ahli Madya BPS Provinsi Jawa Tengah menjelaskan bahwa indeks Nilai Tukar Petani (NTP) di Jawa Tengah pada Desember 2022 naik 1,91 persen dibanding November 2022. Dilaporkan NTP secara umum pada bulan Desember 2022 berada di angka 107,27 poin.
"Kita bandingkan dengan tahun dasar, harga tukar bapak ibu petani di Jawa Tengah cukup menggembirakan. Yaitu mengalami kenaikan 7 persen dibandingkan tahun dasar 2018. Artinya, bahwa harga yang diterima petani lebih besar naiknya ketimbang barang atau komoditas yang dibayarkan petani," jelas Arjuliwondo dalam konferensi pers.
Dari lima subsektor yang dicatat BPS, hampir seluruhnya mengalami kenaikan NTP pada Desember 2022. Kenaikan terbesar dicatatkan subsektor hortikultura dengan perubahan 5,18 persen secara month-to-month (m-to-m) dengan angka NTP Sebesar 115,18 poin. Arjuliwondo menjelaskan bahwa kenaikan harga pada komoditas bawang merah dan cabai rawit menjadi salah satu mendongkrak pendapatan petani hortikultura di Jawa Tengah.
Adapun pada bulan Desember 2022 subsektor pertanian menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan NTP. "Itu disebabkan karena turunnya indeks budidaya ikan dari petani pembudidaya. Dengan turunnya harga mujair tawar dan ikan nilam tawar, jadi dua komoditas ini yang menyebabkan subsektor pembudidaya ikan mengalami penurunan indeks," jelas Arjuliwondo.
Selain NTP, pada indeks Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) di bulan Desember 2022, dilaporkan terjadi peningkatan positif di seluruh subsektor usaha pertanian. Secara umum, NTUP pada bulan Desember berada di angka 107,91 poin dengan peningkatan 2,48 persen (m-to-m).
Dari indeks tersebut, artinya petani di Jawa Tengah tetap mengalami keuntungan usaha apabila pengeluaran bulanan dihitung tanpa mempertimbangkan kebutuhan harian. Jika dirinci per subsektor, sama seperti NTP, subsektor hortikultura mencatatkan peningkatan NTUP terbesar pada Desember 2022 kemarin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian jateng
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top