Pefindo Naikkan Peringkat Bank Jateng Jadi idAA-

Pada 2015, Bank Jateng melakukan terobosan dengan meluncurkan Kredit Mitra Jateng (KMJ) yang menetapkan suku bunga 7% pertahun.
Bank Jateng.
Bank Jateng.

Bisniscom, SEMARANG — PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat Bank Jateng menjadi idAA- dengan prospek stabil, dari sebelumnya idA+ pada Agustus 2022.

Plt. Direktur Utama Bank  Jateng, Irianto Harko Saputro, mengatakan bahwa kenaikan peringkat tersebut mencerminkan perseroan telah melakukan peningkatan yang konsisten dari kinerja keseluruhan selama beberapa tahun terakhir.

“Peringkat idAA- sekaligus menegaskan posisi Bank Jateng sebagai bank yang sehat dan mampu mengelola bisnis secara agresif namun terukur,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (3/9/2023).

Irianto menyebut bahwa di tengah recovery industri perbankan pasca Covid-19,  kinerja Bank Jateng menunjukkan pertumbuhan secara berkelanjutan. Penyaluran kredit tetap tumbuh dengan rasio NPL yang terkendali. Di samping kredit personal loan (PLO) kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai sebagai tulang punggung, penyaluran kredit Bank Jateng juga ditopang oleh segmen ritel dan UMKM yang tumbuh signifikan.

Bank Jateng juga terus melakukan transformasi digital, baik di bidang produk dan layanan maupun proses bisnis, sehingga Bank Jateng semakin relevan dengan kebutuhan nasabah.

Dalam kurun waktu sembilan tahun terakhir, Bank Jateng tercatat banyak mengalami kemajuan. Melansir data keuangan Bank Jateng, aset Bank Jateng meningkat hampir tiga kali lipat dari Rp30,70 triliun pada Desember 2013 menjadi Rp84,49 triliun pada Desember 2022.

Pertumbuhan aset tersebut diikuti pula dengan meningkatnya laba usaha hingga Rp2,48 triliun pada Desember 2022. Laba usaha Bank Jateng tersebut menjadi terbesar kedua dari 27 BPD se-Indonesia.

Mengemban misi sebagai penunjang pembangunan daerah, Bank Jateng telah melakukan transformasi dengan lebih besar lagi menyalurkan kredit kepada sektor usaha produktif, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Dalam ssembilan tahun terakhir, kredit kepada pelaku usaha produktif meningkat hampir 7 kali lipat, dari Rp3,23 triliun pada akhir 2013 menjadi Rp21,85 triliun pada Desember 2022.

Pada 2015, Bank Jateng melakukan terobosan dengan meluncurkan Kredit Mitra Jateng (KMJ) yang menetapkan suku bunga 7% pertahun.

Kemajuan Bank Jateng juga terlihat di bidang pengembangan teknologi dan layanan digital. Saat ini, Bank Jateng telah memiliki produk dan layanan berbasis digital seperti mobile banking, internet banking, Electronic Data Capture (EDC), cash management system (CMS), dan lainnya.

Irianto menambahkan bahwa Peringkat idAA- dengan prospek stabil tersebut mencerminkan posisi bisnis Bank Jateng yang sangat kuat didukung oleh pasar captive, tingkat permodalan dan profil likuiditas yang kuat.

Bank Jateng didirikan pada tahun 1963 sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang memfokuskan operasinya di Jawa Tengah. Per 30 Juni 2023, 50,0% saham Bank dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan 49,9% oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten Jawa Tengah tersebut.

Kegiatan usaha Bank Jateng didukung oleh 6.509 karyawan dan jaringan 43 kantor cabang, 141 kantor cabang pembantu, serta 3.000 kantor kas dan payment point.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper