Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Sekda Kota Semarang: Bulu Creative Market Tidak Berjalan

Sekretaris Daerah Kota Semarang mengungkapkan bahwa penolakan pedagang jadi salah satu kendala dalam mewujudkan visi pusat ekonomi kreatif di Pasar Bulu.
Ilustrasi pameran seni kreatif./Bisnis
Ilustrasi pameran seni kreatif./Bisnis

Bisnis.com, SEMARANG - Pembangunan pusat ekonomi kreatif di Kota Semarang, Bulu Creative Market, yang sudah direncanakan sejak tahun 2021, hingga saat ini belum menuai hasil.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminuddin mengatakan bahwa saat ini pembangunan pusat ekonomi kreatif itu mandek. "Kemarin kita sudah mau bikin Pasar Bulu pusat ekonomi kreatif tapi gak jalan-jalan," ujarnya di Universitas Islam Negeri Wali Songo pada Selasa (14/4/2024).

Iswar mengatakan salah satu faktor penyebab terhentinya pembangunan Bulu Creative Market tersebut adalah para pedagang di Pasar Bulu lantai satu enggan untuk diatur. "Di Pasar Bulu itu kami sudah mundur dahulu karena beberapa pedagangnya di lantai satu dia tidak mau diatur. Pemerintah kemudian Dinas Perdagangan ya mundur, alon-alon maju maneh, dapat tantangan mundur lagi," bebernya.

Berdasar kondisi itu, Pemkot tak melanjutkan membangun pusat ekonomi kreatif di Pasar Bulu karena masih mendengarkan aspirasi pedagang di pasar tersebut "Ya karena ini adalah masyarakat juga," ungkapnya.

Di sisi lain, Iswar juga membeberkan konsep pengembangan ekonomi kreatif lain yang memungkinkan, seperti memanfaatkan kantor kelurahan masing-masing wilayah untuk dimanfaatkan sebagai pusat perdagangan dan budaya.

"Konsep yang sering saya sampaikan bahwa aktivitas masyarakat di Kelurahan. Jadi warga yang ada di Kelurahan kami melihat nanti akan jadi seperti food station sekaligus pusat aktivitas kebudayaan berkesenian dan berolahraga. Tidak dibangun asal-asalan, tapi melihat estetika dan keamanan," lanjutnya.

Menurut Iswar, konsep tersebut akan bisa menjadi ide yang brilian karena dapat meratakan ekonomi dan mengurai kemacetan. "Sehingga nanti banyak yang didapatkan, misal ekonomi merata tidak hanya di pusat kota dan kemacetan terurai karena pusat pertumbuhan semakin banyak," jelasnya. (Vatrischa Putri Nur Sutrisno)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper