CERITA UNIK, Makam Warna-warni Blulukan

Oleh: Iskandar 27 September 2018 | 07:31 WIB
CERITA UNIK, Makam Warna-warni Blulukan
Sejumlah kijing atau makam di permakaman umum Dusun Cangkring Malang, Blulukan, Colomadu, Karanganyar dicat warna-warni oleh warga.

Bisnis.com, KARANGANYAR - Menghias kampung dengan mengecat tembok rumah para penduduk dengan cat warna-warni agar menarik dilihat, sudah banyak dilakukan di berbagai daerah. Namun jika yang dicat warna-warni itu sejumlah kijing atau kuburan di kompleks permakaman umum mungkin belum banyak.

Pengecatan kijing di permakaman umum dengan car warna-warni ini bisa ditemui di salah satu makam di Desa Blulukan, Colomadu, Karanganyar. Makam itu tepatnya berada di Dusun Cangkring Malang, Blulukan, Colomadu, Karanganyar.

“Makam itu dicat olah para pemuda di tempat kami untuk menghilangkan kesan horor atau angker seperti permakaman di desa pada umumnya. Karena itu kami mengecat beberapa kijing yang ada dengan car warna-warni,” ujar penggagas ide pengecatan, Joko Riyanto ketika ditemui di desanya, Rabu (26/9/2018).

Selain mengecat sejumlah kijing pihaknya juga memperbaiki jalan yang ada di makam dengan mengecor beberapa bagian. Dengan demikian jalan di makam itu bisa dilalui dengan nyaman dan bisa tembus ke jalan lain.

Menurut dia pengecatan sejumlah kiing di makam itu dilakukan sedikit demi sedikit. Karena cat yang dipunyainya juga hanya sedikit.

Cat yang digunakan sebagian berasal dari sisa cat yang digunakan saat pihaknya mengecat fasilitas kampung pada Agustus lalu. Hingga kemarin biaya yang dikeluarkan dari kocek para pemuda ini sekitar Rp1,3 juta.

Dia menambahkan pada umumnya pengecatan dilakukan saat sore dan malam hari. Selain tidak panas, ini juga waktu yang longgar bagi para pemuda yang mayoritas bekerja dan sekolah tersebut.

Rencananya pihaknya juga akan menggambari tembok yang ada di dekat permakaman dengan gambar tokoh film kartun atau gambar lainnya agar menambah kesan enak dipandang. “Nanti bisa juga digambari dengan gambar-gambar mural yang bagus,” kata dia yang juga Ketua Karang Taruna RW 008 Blulukan ini.

Salah seorang pemuda setempat lainnya, Ari yang ikut mengecat sejumlah kijing juga mengaku bersemangat mengecat makam. “Dulu orang lewat di makam sini tidak bisa tembus ke jalan lain. Karena sebelumnya jalan ini putus di dekat pintu makam, sebab tanahnya menurun curam,” ujar dia.

Namun setelah sekarang jalan diperbaiki dan mulus, warga yang mengendarai kendaraan roda dua bisa melintas dengan lancar. Selain itu mereka dinilai semakin nyaman dengan dicatnya sejumlah kijing.

Kepala Desa Blulukan Slamet Wiyono yang mengetahui hal tersebut juga menyambut baik. Karena dengan pengecatan itu makam justru menjadi lebih menarik.

“Para pemuda di dekat makam itu memang kreatif. Mereka mengecat makam itu tidak meminta dana dari desa. Mereka membeli cat dari usaha mereka sendiri,” kata dia.

Dia juga setuju pengecatan itu untuk menghilangkan kesan angker makam yang sejumlah kijingnya dicat tersebut. Karena itu dia mendukung pengecatan makam tersebut. 

Sumber : JIBI/Solopos

Editor: Miftahul Ulum

Berita Terkini Lainnya