Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nanti Sore 7 Simpang Jalan di Solo Ditutup 7 Jam

Dinas Perhubunguan (Dishub) Solo bakal menutup tujuh simpang jalan sekaligus untuk mendukung kelancaran acara perayaan tahun baru Imlek 2018 di kawasan Pasar Gede, Kamis (15/2) pukul 18.00 WIB hingga Jumat (16/2) pukul 01.00 WIB.
Irawan Sapto Adhi/JIBI
Irawan Sapto Adhi/JIBI - Bisnis.com 15 Februari 2018  |  06:51 WIB
Nanti Sore 7 Simpang Jalan di Solo Ditutup 7 Jam
Ilustrasi. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, SOLO–Dinas Perhubunguan (Dishub) Solo bakal menutup tujuh simpang jalan sekaligus untuk mendukung kelancaran acara perayaan tahun baru Imlek 2018 di kawasan Pasar Gede, Kamis (15/2) pukul 18.00 WIB hingga Jumat (16/2) pukul 01.00 WIB.

Ketujuh simpang jalan yang bakal ditutup tersebut, yakni perempatan Jl. Jend. Sudirman (Kantor Bank Indonesia Solo), pertigaan Denpom IV/4 Solo, perempatan utara Pasar Gede (Jl. Urip Sumoharjo), pertigaan utara Pasar Gede (Jl. Suryopranoto), perempatan Warung Pelem, perempatan Kantor PTPN Solo, dan perempatan Widuran. Kasi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishub Solo, Ari Wibowo, mengatakan penutupan tujuh simpang jalan itu juga dimaksudkan untuk menghindarkan para pengendara dari potensi kemacetan di kawasan Pasar Gede saat dipadati ribuan orang yang ingin menyaksikan perayaan Imlek.

“Ada tujuh simpang jalan yang bakal kami tutup untuk mendukung penyelenggaraan acara perayaan Imlek di kawasan Pasar Gede. Kami minta pengertian dari para pengguna kendaraan,” jelas Ari saar diwawancara Espos, Rabu (14/2).

Ari menerangkan para pengendara tentu bakal diarahkan melewati jalur pilihan atau alternatif saat tidak bisa melewati kawasan Pasar Gede. Para pengendara di Jl. Urip Sumoharjo dari arah perempatan Panggung (utara) yang ingin menuju ke Jl. Jend. Sudirman (selatan) misalnya. Mereka bakal diarahkan melewati Jl. Ir. Juanda- Jl. Kapten Mulyadi-Jl. Mayor Kusmanto untuk bisa sampai ke Jl. Jend. Sudirman tanpa melewati kawasan Pasar Gede. Sementara, kendaraan di Jl. Slamet Riyadi (selatan) yang ingin menuju ke arah Jebres (utara) bakal diarahkan melewati Jl. Imam Bonjol-Jl. Ronggowarsito (berlaku dua arah)-Jl. Jl. Kapten Mulyadi-Jl. Ir. Juanda-Jl. Urip Sumoharjo saat tidak bisa melewati kawasan Pasar Gede.

“Pada kondisi kepadatan arus lalu lintas tertetu, petugas di lapangan bisa jadi juga akan menutup simpang empat Nonongan arah ke Bundaran Gladak dan bundaranan Gladak arah ke Balai Kota. Dua lokasi itu bisa dibuka tutup sewaktu-waktu atau situasiona. Yang jelas di lapangan akan ada petugas yang siap membantu pengendara menemukan jalur alternatif pilihan saat kawasan Pasar Gede ditutup,”

Dalam kesempatan perayaan Imlek 2018, Dishub juga menyediakan kantong parkir insidental yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Ada sembilan kantong parkir yang direkomendasikan Dishub untuk digunakan pengunjung acara perayana Imlek 2018, yakni halaman benteng Vastenburg, Taman Parkir Loji Wetan, Balai Kota, halaman Gereje Katolik St. Antonius Purbayan, kawasan parkir Pasar Gede, Jl. Urip Sumoharjo, Jl. Suryo Pranoto, Jl. Arifin, Jl. R.E. Martadinata, dan Jl. Mayor Kusmanto.

Kasi Parkir Umum dan Khusus Dishub Solo, Henry Satya Negara, mengatakan tarif parkir di lokasi parkir insidental berlaku progresif. Dengan demikian, para jukir sudah semestinya menarik retribusi parkir di belakang atau saat pengguna kendaraan mau meninggalkan lokasi parkir. Jukir menarik retribusi parkir dengan besaran yang disesuaikan dengan lamanya waktu parkir masyarakat.

Dia meminta para pengunjung perayaan Imlek bisa memahami pemberlakukan tariff parkir tersebut. Jika kesulitan menaik dengan sistem progresif, jukir semestinya menarik retribusi di awal dengan besaran maksimal Rp2.000/sepeda motor.

Dia menyebut Dishub kini telah memasang papan informasi pemberlakukan tariff bagi pengunjung perayaan Imlek.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ktp-el
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top