Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Cabai di Yogyakarta Bertahan Tinggi

Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan harga cabai di pasaran daerah ini masih tinggi.
News Writer
News Writer - Bisnis.com 20 Februari 2018  |  11:10 WIB
Harga Cabai di Yogyakarta Bertahan Tinggi
Ilustrasi.
Bagikan

Bisnis.com, YOGYAKARTA—Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Daerah Istimewa Yogyakarta menyatakan harga cabai di pasaran daerah ini masih tinggi.

"Ada sedikit kenaikan harga sejak Senin (19/2) meski tidak signifikan," kata Kepala Subbidang Distribusi Pangan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sumaryatin di Yogyakarta, Selasa (20/2/2018).

Sumaryatin mengatakan berdasarkan pemantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Yogyakarta harga cabai merah keriting masih stabil tinggi mencapai Rp38.000 per kg, sedangkan cabai merah besar Rp43.000 per kg.

Menurut Sumaryatin, masih tingginya harga cabai karena panen di tingkat petani lokal maupun daerah pemasok belum signifikan sehingga tingkat pengiriman cabai ke Yogyakarta masih rendah.

"Curah hujan yang masih tinggi juga berpengaruh terhadap tingkat panen cabai. Panen berkurang karena cuaca tidak mendukung. Apalagi cabai memang tidak bersahabat dengan curah hujan yang tinggi," kata dia.

Ia tidak bisa memperkirakan kapan harga cabai akan turun kembali. Apalagi kebutuhan masyarakat terhadap cabai selama Hari Raya Imlek cukup tinggi.

Kendati demikian, BKPP akan terus meingkatkan pemantauan di lapangan agar harga komoditas itu tetap terkendali. "Kami akan mengintensifkan pemantauan di tingkat pedagang agar harga cabai tetap terkendali," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ktp-el

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top