Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Apindo Jateng Sebut Kenaikan Impor di Awal Tahun Wajar

Kalangan pengusaha di Provinsi Jawa Tengah menganggap melebarnya defisit neraca perdagangan Februari 2018 bukan merupakan hal yang luar biasa.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 16 Maret 2018  |  08:11 WIB
Apindo Jateng Sebut Kenaikan Impor di Awal Tahun Wajar
Ilustrasi.
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - Kalangan pengusaha di Provinsi Jawa Tengah menganggap melebarnya defisit neraca perdagangan Februari 2018 bukan merupakan hal yang luar biasa.

Seperti diketahui defisit neraca perdagangan Februari mencapai US$616,8 juta. Nilai tersebut naik dibandingkan Januari yang memiliki defisit mencapai US$494,87 juta.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi mengatakan, naiknya impor dan melemahnya nilai ekspor merupakan hal yang biasa di awal tahun. Sebab, merupakan siklus tahunan yang sering dihadapi oleh para pengusaha Jateng.

"Ya Ekspor memang turun sampai 5,7% ini biasa terjadi pada awal tahun karena para pengusaha baru meraba raba kemana tujuan ekspor mereka. Turunnya permintaan dari beberapa negara tujuan ekspor juga menjadi salah satu penyebabnya," kata Frans kepada Bisnis Kamis (15/3/2018).

Saat ini lanjut dia pengusaha Jateng sedang merancang strategi untuk kembali menaikkan ekpor di Jateng. Sementara untuk barang ekspor masih didominasi dari textil, kayu, industri pengolahan yang memang sedang berkembang.

Untuk impor yang semakin naik Frans memberi penjelasan jika bahan baku masih banyak yang impor dari luar negeri. Pasalnya beberapa industri masih banyak yang mendapatkan bahan baku maupun bahan penolong dari luar negeri.

"Bahan baku memang kebanyakan didatangkan dari luar negeri terutama industri seperti textil sehingga tidak heran jika angka impor kembali naik. Naiknya angka impor tidak tidak begitu pengaruh kepada iklim usaha di Jateng yang masih adem ayem," tuturnya.

Sementara itu, nilai ekspor Jawa Tengah Februari 2018 mencapai US$509,11 juta atau mengalami penurunan sebesar 5,7% dibanding ekspor Januari 2018 (US$ 539,86 juta).

Sedangkan bila dibandingkan dengan Februari 2017 (year on year) ekspor Jawa Tengah naik sebesar US$61,64 juta (13,77%). Ekspor kumulatifJanuari-Februari 2018 mencapai USS 1048,96 juta naik 13,69% dari ekspor kumulatifJanuari sampai Februari 2017 (US$922,63).

Disisi lain, nilai impor Jawa Tengah mencapai US$1.156,66 juta, mengalami peningkatan sebesar 11,89% dibanding impor Januari 2018 (US$1.033,73 juta).

Namun, jika dibandingkan Februari 2017 (year on year) nilai impor Februari 2018 mengalami kenaikan sebesar 20,90% (US$199,97 juta). Sedangkan impor kumulatif Januari-Februarj 2018 mencapai US$2190,39 juta naik 33,41% dari Iimpor kumulatif Januari-Februari 2017 sebesar (US$1641,83 juta).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

golkar
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top