Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasar Seni Sentolo Hendak Dikembalikan ke Fungsi Dasar

Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menggandeng perajin jam tangan JK dan pengusaha kopi untuk mengembangkan Pasar Seni Sentolo.
News Writer
News Writer - Bisnis.com 18 Maret 2018  |  11:04 WIB
Pasar Seni Sentolo Hendak Dikembalikan ke Fungsi Dasar
Bagikan

Bisnis.com, KULON PROGO—Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menggandeng perajin jam tangan JK dan pengusaha kopi untuk mengembangkan Pasar Seni Sentolo.

"Saat ini kami sedang membuat konsep rencana pengembangannya, yakni mengembalikan Pasar Seni Sentolo sebagai pasar seni," kata Kepala Dinas Perdagangan Kulon Progo Krissutanto di Kulon Progo, Minggu (18/3/2018).

Seperti diketahui, pasar seni sudah dibangun lebih dari lima tahun, namun sangat sepi pedang dan pembeli, sehingga terkesan mangkrak.

Krissutanto mengatakan ke depan, Pasar Seni Sentolo ini diharapkan menjadi pusat souvenir dan kuliner yang didukung pertunjukan budaya. Meski lahan yang digunakan terbatas, harapannya dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Rencana pengembangan pasar seni dengan nama baru, khususnya jam kayu JK. Rencananya akan kami angkat sebagai icon pasar seni sebagai daya unit dan daya tarik. Di situ juga ada kerajinan, dan kolam renang. Hal ini bisa menjadi paket kunjungan," katanya.

Dinas Perdagangan sudah mengumpulkan pedagang pasar seni dan komunitas pelaku wisata dan budaya di Kecamatan Sentolo guna membahas dan sosialisasi pengembangan Pasar Seni Sentolo menghadapi pembangunan bandara di Kecamatan Temon yang akan beroperasi 2019.

"Rencana pengembangannya sendiri akan mengandeng pihak ketiga atau dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR)," katanya.

Krissutanto mengatakan kendala utama pengembangan Pasar Seni Sentolo yakni berada di jalur cepat Yogyakarta-Purworejo, sehingga perlu adanya rekayasa lalu lintas di depan pasar, serta membuat kegiatan atau program yang memiliki daya tarik dan daya ungkit supaya wisatawan atau masyarakat tertarik berkunjung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

golkar

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top