Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembangan Bandara Adi Soemarmo Rampung Sebelum Musim Haji

Kementerian Perhubungan menargetkan pengembangan Bandara Adi Soemarmo Solo bisa rampung pada tahun ini guna mendukung penerbangan haji.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 20 Maret 2018  |  07:24 WIB
Pengembangan Bandara Adi Soemarmo Rampung Sebelum Musim Haji
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan menargetkan pengembangan Bandara Adi Soemarmo Solo bisa rampung pada tahun ini guna mendukung penerbangan haji.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan pengembangan itu mencakup proyek sisi udara dan darat seperti perluasan landas parkir pesawat (apron), terminal penumpang, serta pembangunan stasiun kereta di kompleks bandara.

“Pembangunan infrastruktur di bandara Solo ini untuk lebih meningkatkan keselamatan, keamanan dan pelayanan penerbangan, terutama penerbangan haji yang akan tiba sebentar lagi,” katanya di Jakarta, Senin (19/3/2018).

Menurutnya, alasan pengembangan infrastruktur karena kapasitas penumpang dan penerbangan di bandara sudah cukup padat. Terlebih lagi, Bandara Adi Soemarmo membutuhkan tambahan fasilitas jika melayani penerbangan haji dan komersial secara bersamaan. Selama ini, frekuensi penerbangan haji di Indonesia paling banyak berasal dari embarkasi Solo yang melayani jemaah dari Provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Pada sisi udara, pembangunan yang sedang dikerjakan adalah penambahan panjang apron dari yang 540 meter menjadi 755 meter. Apron tersebut akan menyediakan 15 parking stand.

Bila dikonversi, imbuhnya, tambahan luas apron mampu menampung lima unit pesawat berbadan sedang (narrow body) seperti Boeing 737 dan Airbus A320. Bila dipakai parkir pesawat berbadan lebar (wide body) seperti Boeing B777, B747, serta Airbus A330 bisa menampung sekitar tiga unit pesawat penerbangan haji.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur juga akan dilakukan di sisi darat. Terminal penumpang sedang diperluas dari 13.000 m2 menjadi 15.000 m2.

Untuk menunjang akses menuju bandara, lanjutnya, Kemenhub juga sedang membangun jalur kereta menuju kompleks bandara sejauh 13 km. Saat ini, stasiun kereta bandara sedang dikerjakan.

Dia menegaskan kereta bandara itu untuk melengkapi moda transportasi yang sudah ada selama ini yaitu bus, taksi, dan kendaraan pribadi. “Diharapkan akan mempermudah masyarakat yang akan bepergian melalui bandara,” ujarnya.

Agus berharap pembangunan di kompleks bandara tersebut bisa selesai tahun ini. Adapun, tahun selanjutnya dilanjutkan dengan perpanjangan landasan pacu (runway) dari 2.600 meter menjadi 3.000 meter.

Saat ini, Bandara Adi Soemarmo melayani hampir 3 juta penumpang per tahun dengan 66 unit pergerakan pesawat per hari.

Agus juga menyatakan perluasan ruang tunggu Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta untuk mengoptimalkan pelayanan penumpang diharapkan bisa selesai pada Agustus 2018.

Saat ini, dia mengharapkan proses perluasan ruang tunggu yang dikerjakan itu tidak mengganggu pelayanan penumpang karena digarap secara bertahap. Dengan proyek itu, akan ada tambahan ruang pelayanan untuk 900 penumpang per hari hingga 1.400 penumpang per hari.

“Perluasan ruang tunggu yang dilakukan pada akhir Maret ini diharapkan bisa diselesaikan sesuai target pada Agustus,” kata Agus.

Untuk mengurangi kepadatan penumpang di terminal, imbuhnya, ruang tunggu internasional bisa digunakan untuk penumpang domestik apabila sedang tidak ada penumpang internasional.

Pada tahun ini, arus penumpang di bandara tersebut diperkirakan mencapai 7,6 juta dengan pertumbuhan rata-rata hingga 13% per tahun. Padahal, kapasitas bandara saat ini hanya bisa menampung 1,4 juta penumpang per tahun.

Dia menilai Bandara Adi Sutjipto sudah sangat sibuk dan sulit dikembangkan pada masa mendatang. Landasan pacu (runway) sepanjang 2.200 meter sudah tidak bisa diperpanjang karena kendala geografis, yakni pegunungan candi Ratu Boko di sebelah timur dan jalan layang Janti di sebelah barat.

Dengan runway sepanjang itu, hanya bisa melayani pesawat narrow body secara terbatas. Hal tersebut juga ditambah konfigurasi taxiway dan apron yang juga terbatas, sehingga parking stand hanya cukup untuk sembilan unit pesawat narrow body.

Agus menuturkan pergerakan pesawat juga sangat sibuk karena bandara itu bersinggungan dengan kepentingan militer (civil enclave). Terdapat sebanyak 320 pergerakan per hari, yang terdiri dari 40% penerbangan sipil dan 60% penerbangan militer.

Saat ini, Bandara Adi Sutjipto mempunyai dua terminal penumpang yaitu Terminal A dan B. Terminal A dipakai oleh maskapai Lion Air dan Garuda Indonesia, sedangkan Terminal B untuk maskapai AirAsia, Express Air, NAM Air, dan Sriwijaya Air. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

golkar
Editor : Herdiyan
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top