Ribuan Orang Padati Karnaval Dugderan Semarang

Ribuan orang memadati halaman balai Kota Semarang Jawa Tengah dan sepanjang Jalan Pahlawan, Selasa (15/5/2018).
Alif Nazzala Rizqi | 15 Mei 2018 22:34 WIB
Prosesi Dugderan di Jalan Pahlawan Semarang

Bisnis.com, SEMARANG- Ribuan orang memadati halaman balai Kota Semarang Jawa Tengah dan sepanjang Jalan Pahlawan, Selasa (15/5/2018).

Ribuan orang itu nampak antusias mengikuti dan menyaksikan tradisi Dugderan menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1439 Hijriyah, yang dimulai dari halaman balai kota.

Kegiatan karnaval dibuka langsung oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, dengan menabuh beduk berkali-kali, yang diringi pula atraksi "drum band" dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang.

Secara berurutan, dari 16 kecamatan, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai komunitas, hingga barongsai, serta tak ketinggalan Warak Ngendog, hewan imajiner yang menjadi ikon Kota Semarang memeriahkan karnval kali ini.

Hendrar Prihadi, beserta istri, serta Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti dan suami pun menyusul dengan kereta kencana diiringi bendi yang dinaiki jajaran muspida.

Rute yang dilalui karnaval Dugderan, yakni Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda, hingga Jalan Kolonel Sugiyono, kemudian menuju Masjid Agung Semarang atau biasa disebut Masjid Kauman.

Di Masjid Kauman, Wali Kota Semarang yang memerankan sebagai Kanjeng Bupati Arya Purbaningrat menerima suhuf halaqah dari ulama, kemudian membacakannya di hadapan masyarakat Kota Semarang.

Tak ketinggalan, pemukulan bedug di Masjid Kauman diiringi bunyi dentuman seperti meriam yang merupakan cikal bakal nama "Dugderan", yakni dari bunyi "dug" bedug dan "der" bunyi meriam yang pada kali ini diganti dengan bom balon.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian air khataman Alquran dan ribuan kue ganjel rel, yang berfilosofikan untuk menghilangkan sesuatu yang mengganjal di hati, kepada masyarakat yang sudah rela berdesak-desakan di halaman masjid itu.

Seusai kegiatan itu, rombongan bergerak ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) untuk penyerahan suhuf halaqah kepada Gubernur Jateng, diwakili Sekda Jateng Sri Puryono yang berperan sebagai Raden Mas Tumenggung Probohadikusumo.

Di MAJT Semarang, dilakukan pula prosesi yang hampir sama, yakni pembacaan suhuf halaqah oleh Raden Mas Tumenggung Probohadikusumo kepada masyarakat Jateng yang sebentar lagi memasuki bulan puasa.

Tag : karnaval, semarang
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top