Pemprov Jateng Minta Tempat Relokasi Pasar Legi Solo Segera Dibangun

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pemerintah daerah untuk membangun relokasi sementara bagi para pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Legi Solo.
Alif Nazzala Rizqi | 30 Oktober 2018 15:54 WIB
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api saat terjadi kebakaran di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah, Senin (29/10). Belum diketahui penyebab kejadian kebakaran pasar tersebut. - ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pemerintah daerah untuk membangun relokasi sementara bagi para pedagang yang menjadi korban kebakaran Pasar Legi Solo.

Dia turut menyampaikan belasungkawa atas musibah kebakaran itu dan meminta kepada jajaran petugas kebakaran untuk segera membereskan serta memadamkan dahulu api yang membakar pasar pangan terbesar di Solo tersebut.

"Sejak tadi malam saya pantau, saya minta bereskan dulu, api harus dipadamkan dulu. Pagi ini, saya mendapat laporan api sudah berhasil dipadamkan," kata Ganjar ketika ditemui di kantornya, Selasa (30/10/2018).

Pemerintah Kota Solo juga diminta untuk segera membuatkan pasar darurat bagi para pedagang. Wali Kota Solo pun diharapkan segera melakukan proses tanggap darurat serta memproses pembangunan kembali pasar tersebut.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) mengemukakan penanganan selanjutnya akan menggunakan pola seperti dalam penanganan musibah kebakaran di Pasar Johar, Semarang maupun Pasar Klewer, Solo, beberapa tahun lalu.

"Nanti polanya mirip-mirip seperti itu. Itu nanti, yang sekarang terpenting adalah padamkan apinya dulu, buat pasar relokasinya agar pedagang bisa tenang," lanjutnya.

Ganjar mengaku belum ada pembicaraan serius terkait bantuan keuangan dari Pemprov terhadap para pedagang.

Seperti diketahui, Pasar Legi di Solo terbakar pada Senin (29/10). Api yang diduga berasal dari korsleting listrik tersebut menghanguskan sekitar 1.500 kios dan los di pasar tersebut.

Tag : Pasar Tradisional, pemprov jateng
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top