Ganjar: ASN Hafal di Luar Kepala Potensi Korupsi

Siap-siap, nanti bapak ibu pasti akan dilawan.
Alif Nazzala Rizqi | 21 November 2018 13:09 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memberikan paparan.

Bisnis.com, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendeklarasikan gerakan anti angpau. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah adanya tindak korupsi di lingkungan Provinsi Jateng.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, agar penyebaran virus pencegahan korupsi dilakukan dengan gaya anak muda.

Ganjar juga mendorong peserta untuk mendeklarasikan gerakan antiangpau. Hal tersebut disampaikan, dalam acara penyuluhan sertifikasi penyuluh antikorupsi.

Menurutnya, menyiapkan mental serta intelektual karena akan menerima banyak serangan, khususnya dari kawan sendiri.

"Siap-siap, nanti bapak ibu pasti akan dilawan. Kawan-kawan bapak ibu pasti akan banyak yang bilang, 'heleh dulu sampeyan ketika bekerja juga begitu'," kata Ganjar Rabu (21/11/2018).

Ganjar meminta agar para pemimpin KPK mengajari peserta untuk menangkis serangan-serangan itu. Selain itu Ganjar juga berpesan agar menyebar virus pencegahan korupsi dengan mindset pemuda. Karena terbukti cara-cara yang dilakukan pemuda itu sangat kreatif dan efektif.

"Atau bikin kaos tulisannya saya sudah taubat. Gaya anak muda dalam pencegahan korupsi yang dilakukan anak muda, pasti langsung mak jleb. Kalau cara bapak ibu nanti menyebarkan virus ini dengan cara kuno, ceramah gini pasti ditinggal. Kita perlu melakukan penyebaran virus pencegahan korupsi ini dengan tertawa," katanya.

Selain itu Ganjar juga mengatakan peserta ini sudah memahami dan bisa mengidentifikasi potensi-potensi korupsi. Jika diminta untuk memitigasi, Ganjar yakin ASN sudah hafal di luar kepala terlebih soal gratifikasi.

"Pertanyaannya, maukah kita kerja lillahita'ala. Atau kita juga perlu melahirkan gerakan anti angpau dan kita ajarkan ke anak-anak kita," ujarnya.

Sebelum kita mulai, lanjut Ganjar, mari kita melakukan pengakuan dosa di hadapan Pak Busro Muqoddas. "Pernahkah sampeyan dimintai uang oleh Gubernur untuk sebuah jabatan? Kalau ada saya mundur hari ini dari Gubernur," tegas Ganjar.

Sertifikasi Penyuluh Antikorupsi korupsi ini merupakan kali pertama yang diselenggarakan Pemprov Jateng. Untuk mengikuti penyuluhan ini peserta harus melewati lima tahapan dari pendaftaran online, tes online, pengumuman, pendaftaran sertifikasi, bimtek dan penyiapan berkas.

"Pencegahan korupsi bukan hanya dilakukan KPK. Dalam rangka sertifikasi ini, penyebaran virus pencegahan korupsi harus dilakukan siapapun," kata Penyuluh Antikorupsi utama KPK RI Indra Furqon.

Dia berharap peserta penyuluhan ini untuk meningkatkan kepekaan terhadap potensi korupsi. Karena, kata Furqon, kebaikan dan keburukan itu sudah jelas dan siapapun mengetahui itu.

Dia lantas menyitir ungkapan Buya Hamka untuk dijadikan acuan sikap para peserta dalam pencegahan korupsi.

"Kalau hidup hanya hidup, kera di hutan juga hidup. Kalau kerja hanya kerja, kerbau di sawah juga bekerja. Semoga forum ini bermanfaat," katanya.

Tag : kpk, ganjar pranowo
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top