Kerusuhan Napi dan Pembesuk Rutan Solo Timbulkan Korban Luka

Kerusuhan antara napi/tahanan dan pembesuk di Rutan Kelas 1 A Solo mengakibatkan satu orang napi terluka di kepala.
Mariyana Ricky Prihatina Dewi | 10 Januari 2019 17:47 WIB
Suasana Rutan Solo. - JIBI/Solopos

Bisnis.com, SOLO – Kerusuhan antara napi/tahanan dan pembesuk di Rutan Kelas 1 A Solo mengakibatkan satu orang napi terluka di kepala. Belum diketahui identitas napi yang terluka itu maupun penyebabnya.

Napi yang terluka itu merupakan salah satu dari total 12 napi/tahanan yang dipindah ke rutan atau lembaga pemasyarakatan (LP) lain sebagai buntut dari kerusuhan di dalam rutan tersebut, Kamis (10/1/2019) pagi.

Para napi itu dipindah dalam tiga kelompok. Pertama terdiri atas Ikhsan, Tedi, Komari, Angger, dan Rohmat diangkut dengan satu barracuda. Kemudian ada Iwan Walet yang seorang diri dalam satu barracuda.

Enam yang lain dipindah menggunakan mobil tahanan. Enam napi yang terakhir ini dipindah setengah jam setelah pemindahan enam napi sebelumnya.

Pantauan JIBI, salah seorang napi yang terluka di bagian kepala ikut dalam rombongan yang dipindah menggunakan mobil tahanan. Kepala napi tersebut dibalut perban warna putih.

Kepala Rutan Solo, Muhammad Ulin Nuha, menyebut total warga binaan yang dipindahkan pada Kamis berjumlah 12 orang. Ia tidak memerinci lokasi pemindahan ke-12 napi tersebut.

“Alhamdulillah. Kondisi di dalam sudah kondusif. Hanya kesalahpahaman antarwarga binaan. Polres sudah memindahkan [napi] ke beberapa tempat,” kata dia.

Seperti diketahui, sekelompok orang yang meneriakkan takbir sempat ricuh dengan aparat keamanan saat mendatangi Rutan Kelas 1A Surakarta, Kamis, usai mereka besuk temannya yang sedang ditahan.

Massa yang mengatasnamakan sebuah ormas berusaha menerobos masuk rutan tersebut. Namun, dapat dikendalikan oleh aparat keamanan, baik dari anggota Polres Surakarta, Brimob Detasemen C Polda Jateng, maupun pasukan TNI.

Aparat keamanan dengan siap siaga membuat benteng di depan pintu masuk Rutan Kelas 1A Surakarta sehingga mereka tidak bisa masuk.

Menurut Wakil Kepala Polres Kota Surakarta AKBP Andy Rifai di lokasi kejadian, kejadian tersebut berawal saat jam besuk ada kesalahpahaman antara kelompok orang itu dengan salah seorang napi berinisial IW.

Ia menyebutkan sebanyak 30 anggota ormas itu besuk lima temannya. Lima orang ini ditahan karena terlibat kasus penganiayaan. Begitu pula, IW juga terlibat kasus yang sama.

"Ada salah paham saat jam besuk antara penghuni rutan. Sempat terjadi benturan fisik tetapi sudah dapat diatasi. Di dalam rutan kondisinya sudah aman dan kondusif," kata Andy Rifai.

Menurut Andy Rifai, setelah kejadian tersebut, kemudian ormas tersebut mendatangi rutan dengan kelompok lebih besar.

"Kondisi di luar rutan setelah kejadian sudah dapat dikendalikan dengan aman," katanya.

Sumber : JIBI-Solopos & Antara

Tag : solo
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top