Lubang di Tengah Sungai di Kalasan Jadi Perbincangan

Video yang merekam peristiwa air sungai Kali Kuning di wilayah Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman tersedot ke sebuah lubang cukup besar yang berada di tengah aliran sungai, viral di media sosial.
Yogi Anugrah
Yogi Anugrah - Bisnis.com 11 Februari 2019  |  02:42 WIB

Bisnis.com, SLEMAN – Beberapa hari belakangan ini, sebuah video yang merekam peristiwa air sungai Kali Kuning di wilayah Selomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman tersedot ke sebuah lubang cukup besar yang berada di tengah aliran sungai, viral di media sosial dan whatsapp grup. Kejadian tersebut menghebohkan warga sekitar.

Dukuh Sambirejo, Giyanto, mengatakan kejadian tersebut terjadi pada Jumat (8/2/2019) sekitar pukul 11.00 WIB. Menurutnya hal tersebut dikarenakan derasnya debit air yang terjadi beberapa hari ini akibat musim hujan.

"Itu sebenarnya memang ada lubang kecil awalnya, kejadian ini juga sudah pernah terjadi sekali beberapa waktu lalu. Warga kemudian menangkal dengan bambu, karung, pasir untuk menutupnya, namun yang ini debit airnya terlalu banyak dan jebol lagi," kata dia, Minggu (10/2/2019).

Kejadian tersebut, kata dia, sempat menghebohkan warga dan membuat beberapa warga saling menyalahkan.

"Jadi tidak perlu saling menyalahkan, ini kan sebenarnya memang bangunan lama," ucap dia.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Akhmad Subhan saat ditemui di lokasi mengatakan peristiwa itu dipicu faktor alam. Derasnya aliran air disertai material pasir dari wilayah hulu menggerus dasar sungai menjadi sebuah lubang yang tepat berada di sisi utara bendungan air.

"Diduga kuat karena faktor cuaca ekstrem, saat hujan, aliran air deras dan membawa pasir. Air itu lalu menggerus dasar sungai karena bendungan tertutup, air mencari jalan sendiri untuk mengalir ke bawah dan membuat lubang berukuran diameter sekitar 4x3 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter," jelas dia.

Saat ini, kondisi tersebut sudah ditangani oleh pihaknya dengan menurunkan beberapa personil dan dua unit backhoe. Untuk normalisasi sungai, ia menjelaskan pihaknya akan membuka pintu air sehingga aliran air bisa lancar, sedangkan area yang berlubang akan ditunggu hingga kering untuk langsung di tutup secara permanen.

Ia juga memastikan peristiwa itu tidak berdampak pada bendungan dan juga jembatan.

"Ini makanya langsung kami tangani secepat mungkin, karena kalau dibiarkan bisa jadi riskan," ucap dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
unik, fenomena

Sumber : JIBI/Harian Jogja

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top