Puan Maharani Serahkan Sertifikat Izin Edar Soft Capsule ke Sido Muncul

PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. menerima surat izin edar soft capsule (kapsul lunak) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI untuk produk Tolak Angin dan Tolak Linu.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 24 Februari 2019  |  05:50 WIB
Puan Maharani Serahkan Sertifikat Izin Edar Soft Capsule ke Sido Muncul
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani (kanan) berbincang dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Penny K Lukito (tengah) dan Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat (kiri) saat kunjungan ke pabrik Sido Muncul, Jumat (22/2/2019). - Istimewa.

Bisnis.com, SEMARANG – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. menerima surat izin edar soft capsule (kapsul lunak) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan RI untuk produk Tolak Angin dan Tolak Linu.

Seremonial pemberian izin itu dilaksanakan di Pabrik Sido Muncul, Ungaran, Semarang, Jumat (22/2/2019). Penyerahan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani kepada Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat.

Irwan menyampaikan pabrik Sido Muncul merupakan pabrik jamu pertama yang memproduksi soft capsule. “Sebuah kehormatan bagi kami karena sertifikat diserahkan langsung oleh Menko PMK dan ini merupakan sertifikat ke 281 dari BPOM. Satu hal yang selalu kami lakukan adalah mengikuti semua peraturan pemerintah.”

Tujuannya untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap produk Sido Muncul. Karena jamu di samping sebagai obat herbal, juga ada unsur kearifan lokal, kekayaan tradisi, dan kebudayaan Indonesia, yang harus dibanggakan.

Soft capsule merupakan inovasi terbaru dari Sido Muncul dengan mengembangkan produk cairan obat dalam yang sebelumnya berbentuk saset menjadi capsule.

Selain penyerahan sertifikat, Menko PMK juga melakukan peninjauan ke pabrik baru cairan obat dalam (COD). Pabrik yang berdiri di atas lahan seluas 17.000 m2 dengan luas bangunan 28.000 m2 ini telah menerapkan Revolusi Industri 4.0, dimana seluruh sistem produksinya full otomatic.

Turut ikut peninjauan bersama Puan Maharani, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Penny K Lukito, dan Bupati Semarang Mundjirin.

“Kami berharap ini bisa mendukung atau meningkatkan produksi jamu karena memang bisa diminumnya melalui soft capsule dan bisa bermanfaat bukan hanya di dalam negeri tapi juga berkompetisi di luar negeri sebagai produk Indonesia,” ujar Puan usai mengelilingi pabrik COD Sido Muncul.

Pada kesempatan yang sama, Menko PMK juga memberikan bingkisan bagi 1.500 warga, yang terdiri dari petani binaan Sido Muncul, jamu gendong, petani CSR, karyawan Sido Muncul, masyarakat sekitar pabrik Sido Muncul, penerima PKH, penerima BPNT, penerima KIS, dan penerima KIP.

Bingkisan terdiri dari beras, kecap, minyak goreng, tepung terigu, produk Sido Muncul, seperti Tolak Angin, Tolak Linu, Kuku Bima Ener-G Vit C, Susu Jahe, dan Kopi Jahe.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sido muncul

Editor : Herdiyan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top