Pelaksanaan UNBK SMA/SMK di Jawa Tengah, Begini Kesiapannya

Plt Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Sulistyo mengatakan, pelaksanaan UNBK tahun 2019 ini bakal diikuti sebanyak 190.878 siswa SMA/MA dan 240.789 siswa SMK se-Jateng.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 13 Maret 2019  |  14:15 WIB
Pelaksanaan UNBK SMA/SMK di Jawa Tengah, Begini Kesiapannya
Sejumlah pelajar bersiap mengerjakan soal ujian saat gladi bersih Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 di SMA N 1 Pakem, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (12/03/2019). Gladi bersih yang digelar serentak di Indonesia itu mejadi persiapan guna menghadapi UNBK tingkat SMA yang akan digelar pada awal April mendatang. - Antara/Andreas Fitri Atmoko

Bisnis.com, SEMARANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jateng mengungkapkan 100% sekolah SMA/SMK di provinsi Jawa Tengah siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), yang dilaksakan akhir Maret untuk SMK dan awal April 2019 untuk SMA dan MA.

Plt Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Sulistyo mengatakan, pelaksanaan UNBK tahun 2019 ini bakal diikuti sebanyak 190.878 siswa SMA/MA dan 240.789 siswa SMK se-Jateng.

Adapun, siswa-siswi peserta ujian tersebut tersebar di 1.514 sekolah SMA/MA dan 1.538 SMK.

"Sekolah SMA/SMK di Jateng sudah menggunakan UNBK 100%. Untuk kesiapan baik negeri maupun swasta komputernya sudah siap," ujarnya, Rabu (13/3/2019).

Dia menjelaskan, memang masih ada beberapa sekolah yang menginduk ke sekolah lain lantaran status sekolah yang belum terakreditasi, terutama sekolah baru. "Namun yang nginduk ke sekolah lain jumlahnya tidak sampai 10%," ucapnya.

Lebih lanjut Sulistyo, menjamin pelaksanaan UNBK tahun ini bakal berjalan lancar, terutama keandalan jaringan listrik dan internetnya.

"Jangan khawatir listriknya nanti mati karena beberapa sekolah sudah menyiapkan genset dan internet pun tidak akan jadi hambatan," jelasnya.

Disebutnya, pelaksanaan ujian di Jateng seluruhnya akan dilaksanakan dua sesi saja, yakni pagi dan siang, tidak sampai tiga sesi.

Dia pun mendorong agar para siswa mengerjakan soal dengan jujur, tidak perlu menyontek teman atau yang lainnya. Menurutnya, prestasi memang penting, namun lebih penting adalah kejujuran siswa tersebut.

"Kita dorong prestasi memang penting, namun kejujuran lebih utama," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
unbk sma

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top