Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kampanye Pendukung Jokowi di Kendal Kena Tegur Bawaslu

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kendal menegur ketua kelompok sukarelawan pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01 pada Pilpres 2019, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Imam Yuda Saputra
Imam Yuda Saputra - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  14:43 WIB
Sejumlah remaja yang belum memiliki hak pilih ikut serta dalam pawai dukungan kepada paslon nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin, di Kendal, Minggu (17/3/2019). - Istimewa/Bawaslu Kendal
Sejumlah remaja yang belum memiliki hak pilih ikut serta dalam pawai dukungan kepada paslon nomor urut 01, Jokowi-Maruf Amin, di Kendal, Minggu (17/3/2019). - Istimewa/Bawaslu Kendal

Bisnis.com, KENDAL – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kendal menegur ketua kelompok sukarelawan pendukung pasangan calon (paslon) nomor urut 01 pada Pilpres 2019, Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Teguran itu disampaikan Bawaslu Kendal menyusul aksi sukarelawan Jokowi-Amin yang tergabung dalam Jejaringan Relawan Handal Anak Negeri (JRHAN) yang menggelar kampanye dengan melibatkan anak-anak di bawah umur yang belum memiliki hak pilih dalam Pawai Gelar Budaya di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Minggu (17/3/2019).

Koordinator Divisi Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Kendal, Arief Musthofifin, mengatakan keterlibatan anak-anak itu terlihat dengan banyaknya anak di bawah umur yang mengenakan atribut pendukung capres 01 dalam acara itu.

Pihaknya yang mengawasi acara itu pun langsung meminta para orang tua untuk membawa anak-anaknya keluar dari barisan pawai dan melepas atribut kampanye.

“Kami langsung meminta mereka keluar dari barisan, kalau tidak akan terjadi pelanggaran pidana pemilu dengan sanksi penjara dan denda,” ujar Arief kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Kamis (21/3/2019).

Arief menambahkan Bawaslu Kendal juga telah memanggil Ketua JRHAN Kendal, Heri Medianto, dan ketua panitia penyelenggara Pawai Budaya, Dwi Eri Wijayanto, Selasa (19/3/2019) sore.

Panwaslu Kecamatan Sukorejo yang melakukan pengawas saat pawai tersebut berlangsung menyebutkan setidaknya ada 120 anak yang dilibatkan dalam acara kampanye mendukung Jokowi-Amin itu.

“Dalam hitungan kami ada sekitar 120 anak-anak. Mereka ada yang terlibat pasif hanya diajak orang tua, tapi ada juga yang terlibat aktif sebagai penyaji kebudayaan setempat. Seperti, barongsai, drumband, dan lainnya,” terang Anggota Panwaslu Sukorejo, Ade Satria Nugroho.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelanggaran kampanye Pilpres 2019

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top