Ded Yon-Jumadi Resmi Dilantik Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal

Pasangan Dedy Yon Supriyono dan Muhammad Jumadi resmi dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal. Pemenang Pilkada Tegal 2018 tersebut nantinya akan memimpin Kota Tegal selama lima tahun ke depan.
Alif Rizki | 23 Maret 2019 09:45 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat melantik Wali Kota Tegal Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Tegal Muhammad Jumadi - Bisnis.com/Alif

Bisnis.com, SEMARANG - Pasangan Dedy Yon Supriyono dan Muhammad Jumadi resmi dilantik menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal. Pemenang Pilkada Tegal 2018 tersebut nantinya akan memimpin Kota Tegal selama lima tahun ke depan.

Pelantikan dilaksanakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Sabtu (23/3/2019). Pengambilan sumpah jabatan dipimpin oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Ganjar meminta, kepada Dedy dan Jumadi untuk mengembalikan kejayaan Kota Tegal. Sebab, dalam beberapa kepemimpinan terakhir, Kota Tegal menjadi sorotan publik usai sejumlah Wali Kotanya yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terjerat kasus korupsi.

"Tegal harus bangkit. Lupakan masa lalu dan tatap masa depan yang lebih baik," kata Ganjar.

Korupsi lanjut dia, harus dihapus dari Kota Tegal. Caranya adalah dengan mengedepankan pelayanan yang baik yakni mudah, murah, cepat, akuntabel dan transparan.

"Reformasi birokrasi menjadi kewajiban utama dari pak Dedy dan Jumadi. Mitigasi korupsi juga harus dilakukan dengan berbagai hal, salah satunya dengan pelayanan yang transparan dan akuntabel," paparnya.

Kota Tegal lanjut Ganjar memiliki banyak sekali potensi yang bagus. Kota ini dikenal masyarakat luas sebagai Jepangnya Indonesia.

"Ini potensi bagus yang harusnya bisa di gas pol untuk memajukan Kota Tegal," tambahnya.

Ganjar juga berpesan, kepada Dedy dan Jumadi untuk terus menekan angka kemiskinan, angka kematian ibu melahirkan, angka kematian balita dan persoalan-persoalan lainnya. Pihaknya menyarankan agar menggandeng sejumlah pihak termasuk keterlibatan PKK.

"PKK bisa dilibatkan dalam setiap program. Instansi lain juga harus digandeng untuk keroyokan membangun Kota Tegal," tambahnya.

Menurutnya, kemiskinan di Kota Tegal lanjut Ganjar saat ini sudah menunjukkan penurunan yang signifikan yakni 7%. Jumlah itu bahkan melebihi Kota dan Kabupaten lain di Indonesia.

"Ini akan mempermudah pekerjaan yang ada. Saya juga titip pesan, yang menjadi ciri khas kota itu harus pelayanan prima, koranya bersih, banyak taman indah dan fasilitas publik juga tersedia. Kalau itu dipenuhi, maka masyarakat akan senang, karena sebenarnya itu yang diharapkan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono mengaku akan bekerja keras untuk mengembalikan kejayaan Kota Tegal.

"Reformasi birokrasi, pelayanan prima, pencegahan korupsi akan menjadi prioritas kami dalam lima tahun ke depan," ucapnya. (k28) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tegal

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top