Remaja Bantul Kehilangan Jari Gara-Gara Petasan

Sebanyak dua remaja di Bantul dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar setelah menyulut petasan di sekitar Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), tepatnya di Simpang Empat Pantai Cangkring, Desa Poncosari, Srandakan.
Ujang Hasanudin | 03 Juni 2019 14:14 WIB
Ilustrasi petasan. - JIBI

Bisnis.com, BANTULPetasan kembali makan korban.  Sebanyak dua remaja di Bantul dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar setelah menyulut petasan di sekitar Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), tepatnya di Simpang Empat Pantai Cangkring, Desa Poncosari, Srandakan, Minggu (2/6/2019) pagi.

Dari kedua korban, satu di antaranya, Ibnu Apri Firnanda, 15, warga Segoroyoso, Pleret, harus menjalani operasi karena luka di bagian telapak tangan cukup parah hingga jarinya patah. Sementara satu korban lainnya Sofyan Hidayat, 17, warga Dayu, Gadingsari, Sanden, hanya menjalani rawat jalan.

Kepala Puskesmas Sanden, Suyatmi membenarkan adanya dua pasien luka bakar karena petasan atas nama kedua korban tersebut pada Minggu pagi, sekitar pukul 06.30 WIB. Ibnu Apri Firnanda, kata dia, terluka di bagian telapak tangan kiri dengan kondisi luka masuk pada kategori cukup parah dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati Bantul untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

“Sofyan Hidayat kondisi luka bakar di kuku. Kuku diambil dan dijahit tiga jahitan,” kata Suyatmi, saat dihubungi Senin (3/6/2019).

Wakil Direktur Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul, Agus Budi Rahardjo mengatakan selain merawat Ibnu Apri Firnanda, rumah sakitnya juga menerima pasien atas nama Denis, 18, warga Timbulharjo, Sewon, Bantul. Keduanya sama-sama mengalami luka bakar di bagian telapak tangan.

“Keduanya sudah diambil tindakan operasi. Pemuda berinisial I [Ibnu] kondisi patah tulang luka terbuka jari telunjuk. Sedangkan  D [Denis] patah tulang terbuka jari tengah,” kata Agus.

Terkait dengan detail penyebabnya, dia mengaku tidak tahu pasti. Dia hanya mendapat informasi bahwa kedua korban terkena ledakan petasan di sekitar JJLS.
Kapolsek Sanden, AKP Riwanto mengatakan peristiwa itu terjadi di sekitar JJLS sekitar pukul 06.00 WIB.

Berdasarkaninformasi yang diperolehnya, petasan disulut oleh Ibnu. Namun setelah dilempar petasan tidak meledak. Ibnu akhirnya memungut kembali petasan yang dilemparnya tersebut. “Setelah dipegang meledak di tangan,” kata Riwanto.

Sementara Sofyan Hidayat yang ada di sekat Ibnu juga terkena imbasnya dan mengenai tangan.
Kapolres Bantul, AKBP Sahat Marisi Hasibuan mengaku bakal meningkatkan razia petasan. “Terlebih sudah ada korban akibat petasan,” kata dia.

Jajarannya bersama tim gabungan TNI dan Satuan Polisi Pamong Praja Bantul akan memperketat peredaran petasan di wilayah Bantul.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bantul, petasan

Sumber : harianjogja.com

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top