Suasana Rumah Jokowi Selepas Penetapan Presiden Terpilih

Karangan-karangan bunga itu diletakkan di depan Graha Saba Buana.
Kurniawan
Kurniawan - Bisnis.com 01 Juli 2019  |  11:51 WIB

Bisnis.com, SOLO — Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI resmi menetapkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pemilu 2019, Minggu (30/6/2019) sore.

Kendati begitu, tak ada perayaan atau aktivitas lain di kediaman pribadi Jokowi di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo. Pantauan JIBI, gang menuju rumah Jokowi tampak lengang seperti hari-hari biasanya.

Pintu gerbang belakang rumah Jokowi pun tertutup rapat dan digembok. Hanya ada lima karangan bunga ucapan selamat atas terpilihnya Jokowi sebagai presiden terpilih periode 2019-2024 dari sejumlah kalangan dan sukarelawan di depan Graha Saba Buana dan pinggir Jl. Letjen Suprapto Solo.

Tidak tampak adanya penambahan pasukan untuk mengamankan kediaman orang nomor satu RI itu. Masyarakat dan pengguna jalan beraktivitas seperti biasa.

Karangan bunga di antaranya berasal dari Komunitas Srikandi Indonesia dan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN). Ada juga karangan bunga ucapan selamat dari alumni SMPN 1 Solo tahun 1976 dan dari jasa rental (sewa) mobil di Solo.

Karangan-karangan bunga itu diletakkan di depan Graha Saba Buana beberapa hari terakhir terutama sejak MK menolak semua permohonan kuasa hukum capres-cawapres 02 (Prabowo Subianto-Sandiaga Uno).

"Tadi pagi saya lewat dua karangan bunga itu [alumni SMPN 1 Solo dan Komunitas Srikandi Indonesia]belum ada. Jadi kemungkinan dua karangan bunga itu ditaruh hari ini," ujar Nugroho salah seorang pengguna jalan.

Terpisah, Ketua DPC PDIP Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo memerintahkan kepada seluruh kader PDIP Kota Bengawan agar tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum atau hura-hura sebagai wujud syukur atas ditetapkannya Joko Widodo sebagai presiden terpilih hasil Pemilu 2019.

Rudy, sapaan akrabnya, juga melarang seluruh kader partai berlambang kepala banteng moncong putih melakukan konvoi kendaraan karena dapat mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan pengguna jalan lainnya.

"Kalau sampai ada yang konvoi saya sendiri yang akan menertibkan," kata dia diwawancarai wartawan.

Menurut mantan pasangan Joko Widodo saat menjadi Wali Kota Solo ini wujud syukur atas ditetapkannya capres terpilih 2019 bisa dilakukan dengan hal-hal positif sembari ikut mendorong rekonsiliasi antarpendukung capres-cawapres. Menurutnya, presiden Indonesia merupakan pemimpin bagi setiap elemen bangsa ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Pilpres 2019

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top