Rencana Tol Solo-Jogja Pacu Warga Urus IMB

Izin itu diurus warga lantaran khawatir tak bisa mendapatkan ganti rugi jika tak memiliki IMB.
Taufik Sidik Prakoso
Taufik Sidik Prakoso - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  12:49 WIB
Rencana Tol Solo-Jogja Pacu Warga Urus IMB
Suasana Borangan, Manisrenggo, Klaten, yang dikabarkan dilalui trase Tol Solo-Jogja. - JIBI

Bisnis.com, KLATEN – Sejak beredar kabar menjadi salah satu daerah yang bakal terdampak jalan tol Solo-Jogja, warga Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten beramai-ramai mengurus izin mendirikan bangunan (IMB).

Izin itu diurus warga lantaran khawatir tak bisa mendapatkan ganti rugi jika tak memiliki IMB.

Salah satu warga Dukuh Sidorejo, Desa Borangan, Yuni, 37, mengatakan belum ada kabar yang menegaskan Borangan menjadi salah satu daerah terdampak proyek jalan tol.

“Namun gosip yang beredar itu Borangan akan kena tol. Itu sudah muncul sejak Ramadan [Mei],” kata Yuni saat ditemui wartawan di rumahnya yang berada di tepi jalan raya Manisrenggo-Kemalang, Senin (22/7/2019).

Diapun sudah mempersiapkan diri. “Sudah mulai mengurus IMB. Ini untuk berjaga-jaga saja. Kalau pun terpaksa lewat Borangan, kami bisa mendapatkan ganti rugi yang sepadan,” tambahnya.

Kepala Desa (Kades) Borangan, Supriyadi, mengatakan selama sebulan terakhir, warga Dukuh Sidorejo terutama para pemilik kios di tepi jalan raya mengurus IMB. Alasannya untuk antisipasi jika Borangan menjadi salah satu daerah tergusur proyek tol.
“Jumlahnya ada 50an warga yang tinggal di tepi jalan raya. Mereka meminta surat pengantar untuk mendapatkan IMB. Takutnya itu kalau betul-betul terkena tol tidak mendapatkan ganti rugi kalau tidak punya IMB,” kata Supriyadi.

Supriyadi menjelaskan selama ini pemerintah desa belum mendapatkan sosialisasi soal rencana proyek jalan tol Solo-Jogja termasuk kemungkinan proyek jalan tol melintasi wilayah Borangan.

Seperti diketahui rombongan Bupati Klaten, Sri Mulyani, bersama tim perencana mendatangi Borangan saat mengecek rencana jalur tol di Klaten, Selasa (9/7/2019).

Kaur Keuangan Desa Borangan, Sri Kuswanto, menjelaskan sekitar sepekan lalu ada drone berseliweran di atas Desa Borangan. Hanya, dia tidak bisa memastikan apakah drone itu milik tim survei jalan tol lantaran sebelumnya tak ada tim survei jalan tol yang mendatangi kantor desa.

“Kalau harga tanah, sebelum ada kabar soal tol itu harga tanah di tepi jalan raya Rp2 juta/meter persegi-Rp3 juta/meter persegi,” katanya.

Camat Manisrenggo, Wagiya Gambir, mengatakan rapat tim pelaksana jalan tol dengan pemkab pekan lalu belum sampai pada pembahasan exit tol di simpang tiga Tugu Tani, Desa Borangan. “Bisa saja suatu saat rencana itu berpindah dan muncul wacana lainnya. Ini belum pasti,” kata Wagiya.

Proyek tol rencananya melintasi sejumlah desa di Manisrenggo seperti Desa Borangan, Barukan, serta Nangsri sebelum terhubung dengan ruas jalan tol di Kecamatan Prambanan. Sebelumnya, Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengatakan rencananya ada tiga exit tol di ruas jalan tol Solo-Jogja wilayah Klaten.

Ketiga exit tol itu di Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Desa/Kecamatan Ngawen, serta Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo. Di Desa Borangan, ada dua lokasi exit tol yakni di Desa Borangan serta Desa Somokaton, Kecamatan Karangnongko. Sementara, pemkab mengusulkan ada dua lokasi exit tol di Desa Kapungan yakni mengarah ke jalan nasional serta mengarah ke wilayah Kecamatan Tulung, Jatinom, dan Polanharjo.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Klaten, Agus Suprapto, tak menampik ada sebagian warga yang mengajukan permohonan IMB beralasan bakal terdampak proyek jalan tol.

“Soal apakah IMB digunakan untuk pembahasan kaitannya tol, itu bukan kewenangan kami. Yang jelas ketika ada warga mengajukan permohonan IMB kami terima,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tol solo-yogyakarta

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top