Demo Mahasiswa Papua di Salatiga Singgung Isu Kedaulatan NKRI

Sekelompok pemuda asal Papua menggelar aksi demonstrasi di depan Kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Kamis (22/8/2019).
Imam Yuda Saputra
Imam Yuda Saputra - Bisnis.com 22 Agustus 2019  |  20:36 WIB

Bisnis.com, SALATIGA – Sekelompok pemuda asal Papua menggelar aksi demonstrasi di depan Kampus Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Kamis (22/8/2019).

Mereka menggelar demo sebagai bentuk protes atas insiden yang menimpa rekan-rekannya di Malang dan Surabaya, beberapa waktu lalu.

Sekelompok pemuda yang kemungkinan besar merupakan mahasiswa UKSW itu menggelar aksi di depan pintu masuk kampus atau tepat di pinggir Jl. Diponegoro, Salatiga. Aksi itu berjalan sekitar dua jam, sejak pukul 12.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Pantauan Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), aksi mahasiswa Papua itu berjalan damai. Tidak tampak aparat keamanan berseragam yang mengawal jalannya demonstrasi tersebut.

Selama aksi, para demonstran yang menamakan diri sebagai Solidaritas Persatuan Mahasiswa Papua Salatiga itu meneriakan kata-kata makian dan hujatan atas perlakuan yang dialami rekan-rekannya di Malang dan Surabaya.

Selama aksi, mereka juga melakukan orasi dan membagikan selebaran berisikan sikap terhadap insiden itu. beberapa peserta aksi juga turut melakukan orasi terkait Papua Merdeka.

Beberapa di antara mereka juga terlihat menenteng spanduk bertuliskan,’Papua Bukan NKRI’, “RIP MEDIA INDONESIA’, serta membawa bendera bergambar bintang kejora.

Seusai melakukan orasi, peserta aksi lalu melakukan longmarch atau berjalan kaki menuju asramanya. Mereka berjalan kaki melintasi Jl. Diponegoro menuju kawasan Kemiri, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Aksi jalan kaki para mahasiswa Papua itu pun sempat menyita perhatian warga sekitar. Meski demikian, aksi itu berjalan cukup tertib, kendati sempat membuat arus lalu lintas di Jl. Diponegoro sedikit tersendat.

Hingga aksi mahasiswa Papua itu berakhir, pihak UKSW Salatiga enggan memberikan pernyataan. Meski demikian, dari sumber Semarangpos.com yang enggan disebutkan namanya aksi itu sudah mendapat persetujuan dari pihak kampus dengan berbagai persyaratan.

Terpisah, Wali Kota Salatiga, Yuliyanto, menjamin keamanan mahasiswa Papua yang ada di wilayahnya. Ia menyadari jika jumlah masyarakat asal Papua yang berada di Salatiga cukup besar dan mayoritas merupakan mahasiswa.

“Kita jamin keamanan mahasiswa Papua yang menuntut ilmu di Salatiga ini. Keamanan mereka bukan hanya tanggung jawab TNI-Polri, tapi seluruh masyarakat Salatiga. Salatiga itu dari dulu terkenal toleran. Predikat itu akan terus kita jaga. Kita akan rawat perbedaan, tak hanya kepada mahasiswa Papua, tapi juga warga dari daerah lain,” ujar Yuliyanto saat dijumpai di rumah dinasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
papua

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top