Mortir Aktif Ditemukan di Sragen saat Penggalian Fondasi Pagar

Mortir yang diduga sisa peninggalan zaman penjajahan Belanda ditemukan warga Dukuh Blawong RT 005, Desa Katelan, Tangen, Sragen, Manto, 44, Jumat (30/8/2019).
Tri Rahayu
Tri Rahayu - Bisnis.com 30 Agustus 2019  |  16:49 WIB
Mortir Aktif Ditemukan di Sragen saat Penggalian Fondasi Pagar
Dua warga melihat mortir yang ditemukan di kebun milik Manto, 44, Dukuh Gilis RT 006, Desa Katelan, Tangen, Sragen, Jumat (30/8/2019). (Solopos - Tri Rahayu)

Bisnis.com, SRAGEN - Mortir yang diduga sisa peninggalan zaman penjajahan Belanda ditemukan warga Dukuh Blawong RT 005, Desa Katelan, Tangen, Sragen, Manto, 44, Jumat (30/8/2019).

Mortir itu ditemukan secara tidak sengaja saat menggali tanah untuk membuat fondasi pagar kebun miliknya di Dukuh Gilis RT 006, Desa Katelan, Tangen, Sragen, atau belakang SDN 1 Katelan pada pukul 09.00 WIB.

Temuan itu berawal saat Manto bersama pamannya, Sagi, 52, menebang pohon mangga di kebunnya yang berbatasan dengan pekarangan rumah Mbah Dwijo di Dukuh Gilis. Seusai menebang pohon mangga, Manto menggali tanah untuk fondasi pagar.

“Saat itu saya melihat benda yang awalnya saya kira potongan kayu yang menancap di tanah. Setelah saya ambil ternyata di bagian pantatnya ada semacam siripnya. Kemudian benda itu saya kembalikan ke asalnya,” ujar Manto saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat siang (30/8/2019.

Manto memberi tahu pamannya, Sagi. Oleh Sagi, mortir yang sudah berkarat dengan panjang sekitar 20 cm itu dipindahkan ke sudut bangunan rumah yang bersebelahan dengan patok ika tanah.

Manto kemudian melapor kepada Ketua RT 006 Gilis, Sentot Prasojo. Laporan Manto tersebut diteruskan ke Polsek Tangen yang jaraknya hanya 100 meter dari lokasi.

“Sekitar pukul 10.00 WIB, tim polisi dari Polres Sragen datang dan melokasisasi penemuan mortir dengan memasang garis polisi [police line]. Sepertinya pemicunya sudah hilang. Katanya mortir ini masih aktif dan dikhawatirkan bisa meledak bila tidak ditangani ahlinya,” ujarnya.

Adik Manto, Doni, 33, menyampaikan mortir itu diduga peninggalan zaman perang. Doni mendapat cerita dari para simbah bahwa wilayah Katelan pernah dihujani peluru oleh pesawat pasukan Belanda.

“Bahkan dari cerita simbah itu ada seorang ibu yang sedang menyusui terkena ledakan peluru dari pesawat londo itu. Di lokasi temuan mortir itu, kata simbah-simbah dulu berupa rawa sehingga tanahnya lembek. Peluru yang terjatuh tidak meledak karena tanahnya lembek,” tuturnya.

Kasatsabhara Polres Sragen AKP Agung Ari Purnowo mengirimkan anggota bersama tim identifikasi ke lokasi temuan mortir. Agung juga berkoordinasi dengan Tim Geganaa Brimob Polda Jateng untuk mengidentifikasi temuan benda yang diduga mortir itu.

“Yang mengetahui aktif atau tidaknya dari tim Gegana. Siang ini tim Gegana ke lokasi,” ujarnya mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan.

Sebelumnya tim Gegana pernah meledakkan temuan mortir di Jambeyan, Sambirejo, Sragen, beberapa waktu lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mortir, perang dunia ii

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top