Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pencemaran Air Sungai Bengawan Solo Tergolong Berbahaya

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menyebut pencemaran yang terjadi di sungai Bengawan Solo tergolong berbahaya.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 16 September 2019  |  16:32 WIB
Penambang mencari pasir sungai Bengawan Solo, di Masaran, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (29/3). - Antara/Mohammad Ayudha
Penambang mencari pasir sungai Bengawan Solo, di Masaran, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (29/3). - Antara/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, SEMARANG - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah menyebut pencemaran yang terjadi di sungai Bengawan Solo tergolong berbahaya.

Teguh Dwi Paryono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi (DLHK) Jawa Tengah, menuturkan terdapat dua jenis pencemaran yang terjadi di Bengawan Solo, pertama yang membuat aliran menjadi hitam di Blora dan kedua pencemaran akibat industri minuman keras.

"Ada dua kasus yang sedang kita tangani. Awalnya itu PDAM Kabupaten Blora mengirmkan surat ke kami karena IPAL mereka tidak efektif karena ada pencemaran di Bengawan Solo, itu dua bulan lalu, sudah ditindak lanjuti," kata Teguh Senin (16/9/2019).

Dia menambahkan, beberapa langkah yang dilakukan adalah uji sampling dan hasilnya terdapat kandungan Fosfat dan Coli yang diambang batas. Hal tersebut, dapat disimpulkan ada buangan limbah industri dan juga peternakan.

"Kita lakukan uji sampling terhadap mutu Bengawan Solo di hilir. Sementara hasil COD (Chemical Oxygen Demand) dan DO (Dissolved Oxygen) ada Fosfat dan Coli di atas ambang batas. Maka disinyalir ada buangan limbah industri dan ada tingginya Coli karena ada limbah peternakan yang lagsung digelontor ke Bengawan Solo," ujarnya.

Teguh mengungkapkan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemangku kepentingan yang ada di Ngawi Jawa Timur karena aliran Bengawan Solo sampai ke sana.

Adapun, akhir pekan lalu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia sudah datang untuk melakukan sidak namun belum diketahui hasilnya.

"Kami pada 25 Agustus sudah cek, 10 September menunjukkan indikasi ada gelontoran terutama industri kimia dan ada peternakan di sepanjang Bengawan Solo yang masukkan limbahnya tanpa IPAL," jelasnya.

Terkait pipa siluman yang sempat disebut Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Teguh tidak membantah. Dia meminta pihak dari lingkungan hidup untuk melakukan sidah

"Kemungkinan besar ada. Ini mumpung kemarau debit air dikit, ya dicari. Kita kontak teman teman kabupaten sektor lingkungan hidup agar melakukan sidak," ujarnya.

Warna hitam pada pencemaran sungai, lanjut Teguh, biasanya juga mengandung timbal. Maka menjelaskan jika timbal masuk ke tubuh manusia maka akan menyebabkan kanker.

"Hitam itu biasnaya dari unsur kimia, apalagi kalau dimasuki timbal. Kalau dikonsumsi bisa menyebabkan kanker. Karena PDAM sadar betul ini terlalu berbahaya maka instalasi pengolahan air dihentikan," tegasnya.

Sementara itu, terkait kasus kedua yaitu pencemaran Bengawan Solo akibat limbah minuman keras, Teguh menjelaskan sebenarnya produsen ciu sudah memiliki IPAL

"Kedua ada keluhan PDAM Solo. Memang di Solo ada industri UKM ciu, IPAL tidaqk optimal. Ini sedang kita rapatkan. Karena UKM maka lakukan pembinaan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sungai bengawan solo
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top