Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diskusi Kupas Tuntas RKUHP Digelar 2 Oktober di Semarang

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) akan memfasilitasi diskusi untuk membahas Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) di Semarang, Jawa Tengah pada 2 Oktober 2019.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 29 September 2019  |  14:33 WIB
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir. - Bisnis/Sultan Anshori
Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir. - Bisnis/Sultan Anshori

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) akan memfasilitasi diskusi untuk membahas Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) di Semarang, Jawa Tengah pada 2 Oktober 2019.

"Tanggal 2 Oktober 2019 ada kupas tuntas tentang RKUHP yang diselenggarakan di semarang untuk perguruan tinggi se-Jawa Tengah," kata Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir kepada wartawan dalam kunjungan kerja di Semarang, Jawa Tengah, Minggu (29/9/2019).

Nasir mengajak mahasiswa untuk berdiskusi dan mencurahkan pandangan dan masukannya dalam forum tersebut.

"Harapannya mahasiswa bisa berdiskusi dengan bebas, jangan seenaknya sendiri," ujar Nasir.

Dalam kunjungan kerja itu, Nasir menyaksikan uji terap converter kit diesel duel fuel (DDF) untuk kapal di atas 30 GT dan transportasi darat lainnya di Balai Besar Penangkapan Ikan (BPPI) Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Dengan begitu, lanjut Nasir, diharapkan mahasiswa dapat menyalurkan aspirasinya secara tertib dan tidak menimbulkan tindakan yang mengganggu kenyamanan masyarakat.

"Kita berdemokrasi yang baik, mari kita berdiskusi dengan baik, dan kami akan fasilitasi," tutur Nasir.

Sebelumnya, Nasir juga meminta mahasiswa untuk tidak lagi melakukan aksi unjuk rasa, karena tuntutan sudah diakomodir.

"Saya berharap mahasiswa jangan sampai terpengaruh isu politik. Jangan sampai diarahkan para penumpang gelap yang mempengaruhi maksud baik mahasiswa. Tapi penumpang gelap ini berbahaya karena mereka yang akan melakukan tindakan inkonstitusional," ujar Nasir.

Aksi unjuk rasa dilakukan mahasiswa di sejumlah daerah di Indonesia. Sejumlah aksi berujung memanas dan bentrokan dengan petugas kepolisian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

RKUHP ruu kuhp

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top