Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rumor Pelarangan Minyak Goreng Curah Resahkan Warga Bantul

Dinas Perdagangan Bantul meminta masyarakat tidak resah dengan adanya aturan larangan peredaran minyak goreng curah. Pasalnya aturan dari Kementerian Perdagangan tersebut saat ini belum ada aturan turunannya sehingga belum ada tindakan apapun bagi yang masih menjual minyak goreng tersebut.
Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin - Bisnis.com 08 Oktober 2019  |  20:43 WIB
Ilustrasi minyak goreng curah - JIBI
Ilustrasi minyak goreng curah - JIBI

Bisnis.com, BANTUL - Dinas Perdagangan Bantul meminta masyarakat tidak resah dengan adanya aturan larangan peredaran minyak goreng curah. Pasalnya aturan dari Kementerian Perdagangan tersebut saat ini belum ada aturan turunannya sehingga belum ada tindakan apapun bagi yang masih menjual minyak goreng tersebut.

"Kalau belum ada aturannya kami belum bisa melarang. Jadi jangan resah dulu," kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta, Selasa (8/10/2019).

Sukrisna mengaku sudah mendengar informasi larangan peredaran minyak curah dari media massa, namun pihaknya belum mendapat aturan turunan dari pelarangan tersebut sehinga belum bisa menindaklanjutinya.

Namun demikian, Sukrisna menyatakan jika kebijakan larangan itu sudah menjadi keputusan resmi yang diikuti denan aturan turunannya akan ditindaklanjuti. "Kalau sudah menjadi keputusan resmi ya kami harus mengikutinya. Tapi sekarang kan belum," kata Sukrisna.

Sementara salah satu pedagang di Pasar Bantul, Siti Hanifah menolak rencana pelarangan peredaran minyak goreng curah. Ia beralasan minyak goreng curah selama ini sangat dibutuhkan para pedagang kecil seperti penjual gorengan dan pengusaha jasa boga atau katering, karena harganya lebih murah.

"Kalau minyak goreng curah dilarang kasihan rakyat kecil," kata salah satu pedagan minyak goreng di Pasar Bantul, Siti Hanifah.

Hanifah merupakan penjual minyak goreng curah. Dalam seminggu Hanifah menjual minyak curah 100 jeriken dengan kapasitas 28,5 liter atau dalam sehari mampu menjual kisaran 12-15 jeriken. Harga minyak curah per liternya Rp9.000. Sementara harga minyak goreng kemasan dengan volume yang sama kisaran Rp12.500 atau selisih Rp3.500.

Ia memina pemerintah mengkaji ulang kebijakan larangan peredaran minyak goreng curah tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minyak goreng

Sumber : harianjogja.com

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top