Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ternyata Diaper Bekas Dapat Disulap Jadi Pupuk

Salah satu sampah yang sering dianggap momok adalah pampers, karena butuh waktu 100 tahun untuk bisa terurai.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 12 Oktober 2019  |  21:14 WIB
Fermentasi pampers untuk pupuk. - Isrimewa
Fermentasi pampers untuk pupuk. - Isrimewa

Bisnis.com, SEMARANG—Salah satu sampah yang sering dianggap momok adalah diaper (popok), karena perlu waktu 100 tahun untuk bisa terurai.

Namun demikian, dalam acara Kongres Sampah Jateng pada Sabtu (12/10/2019), kelompok Pampers Mania memamerkan inovasinya berupa fermentasi diaper yang bisa digunakan sebagai pupuk.

Dadang Prakoso, personel Pampers Mania (Pampers adalah salah satu merek popok), menjelaskan dengan fermentasi, popok tersebut tanaman hanya memerlukan disiram sepekan sekali. Pasalnya, fermentasi diaper mengandung senyawa yang mengikat cairan.

“Untuk takaran seperti halnya dengan pupuk lain. Bisa secara kuantitas ditambah atau diberikan secara periodik,” jelasnya, Sabtu (12/10/2019).

Fermentasi tersebut dibuat dari beberapa bahan dasar, yakni air kelapa sebanyak 2 liter ditambah gula 50 gram, probiotik 100 ml, dan terasi satu sendok teh.

Untuk diaper yang diambil adalah bagian gel yang ada di dalamnya. Dadang mengatakan untuk membuat pupuk, campur seluruh bahan selama 24 jam, kemudian masukkan gel diaper.

“Diamkan maksimal 14 hari. Tutup rapat dan diberi selang untuk tanda fermentasi. Untuk dijadikan pupuk ditambah urin sapi,” imbuhnya.
 
Sementara itu, diaper yang telah dimasukkan sebagai bahan fermentasi bisa dijadikan media tanam dengan perbandingan 1 banding 4 dengan tanah. Dia menjelaskan fermentasi diaper tersebut merupakan hasil penelitiannya selama 2 bulan.

“Yang sudah kami uji selama tanaman bunga dan sayuran. Sangat efektif pertumbuhannya,” paparnya.

Di acara Kongres Sampah tersebut memang dipamerkan puluhan inovasi pengolahan maupun pemanfaatan sampah. Selain fermentasi diaper, juga dipamerkan bahan bakar dari sampah plastik, kotoran sapi, dan enceng gondok.

Selain aktivis dan kelompok masyarakat, inovasi pengolahan sampah juga dipamerkan oleh siswa. Siswa SMK Munadi Ungaran mengeluarkan inovasi Insirok atau Insektisida Sisa Rokok, dan Inselicata atau Insektisida Limbah Cair Tahu.

“Insektisida ini bukan untuk membunuh hama seperti insektisida lain. Karena dengan membunuh akan memutus rantai organisme. Insektisida ini akan membuat hama yang menyerang tanaman tidak akan kembali," jelas salah satu siswa SMK Munadi Ungaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

limbah industri popok
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top