Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Jateng Genjot Program Digitalisasi

Di era serba digital, Bank Jateng merespons perubahan keadaan dengan melakukan beberapa langkah yang dianggap relevan.
Alif Nazzala Rizqi
Alif Nazzala Rizqi - Bisnis.com 17 Oktober 2019  |  21:03 WIB
Gedung Bank Jateng meriah dalam satu acara. - Istimewa
Gedung Bank Jateng meriah dalam satu acara. - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG – Sebagai bank yang dinamis dan berkembang, di era serba digital, Bank Jateng merespons perubahan keadaan dengan melakukan beberapa langkah yang dianggap relevan.

Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengatakan memasuki era digital yang disertai dengan berkembangnya model pembayaran nontunai juga terus diantisipasi melalui inovasi produk-produk perbankan dari Bank Jateng.

"Salah satu program yang menonjol adalah digitalisasi untuk mendorong penerimaan pajak daerah. Dalam konteks ini Bank Jateng bekerjasama dengan Tokopedia, Shopee, Alfamart, Indomaret dan PT Pos untuk menerima pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)," kata Supriyatno melalui siaran persnya pada Kamis (17/10/2019).

Inisiasi Bank Jateng lainnya berhasil membuka jaringan pembayaran pajak daerah melalui fintech dengan Gopay, Ovo, Dana, serta Link Aja. Bahkan sudah dimulai dilakukan pembayaran retribusi dengan mengimplementasikan e-retribusi, e-sampah dan e-spbu di beberapa daerah.

Program lainnya adalah layanan Cash Management System (CMS) di Pemprov Jateng dan 35 kabupaten dan kota di Jateng. Dia menambahkan dengan CMS, pemerintah daerah bisa melakukan monitoring dan transaksi keuangan sendiri secara langsung tanpa dibatasi waktu dan tempat.

"Implementasi program tersebut mampu mendorong kenaikan pendapatan daerah hingga 200%,“ kata Supriyatno yang juga Ketua Umum Asosiasi Bank Daerah (Asbanda) dan dikenal sebagai pemain musik tiup berkelas serta pernah tampil bersama dengan artis international sekelas Kenny G dan David Foster.

Menurutnya, dalam menjawab perubahan teknologi informasi yang begitu cepat, Bank Jateng tengah menyiapkan pembangunan layanan gerai digital (digital branch), model layanan yang bisa melakukan pelayanan pembukaan rekening tanpa karyawan.

Dia menjelaskan dalam digital branch, pembukaan rekening dilakukan secara self service oleh para nasabah. Program lain yang disiapkan adalah menyediakan aplikasi CRM (Cash Recycle Machine) agar nasabah dapat melakukan setoran dan tarik tunai tanpa harus melalui konter bank.

“Kami berharap Bank Jateng semakin maju dan berkembang serta bisa memanfaatkan kemajuan teknologi untuk menciptakan program yang inovatif. Bank Jateng tidak berpuas diri dengan pencapaian yang diperoleh karena masih banyak potensi yang dapat digarap, termasuk peluang membiayai petani agar bisa mendapatkan akses kredit secara maksimal,” kata Supriyatno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank jateng asbanda
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top