Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jerindo Sari Utama Ekspansi ke Jawa Tengah

PT Jerindo Sari Utama, perusahaan distribusi yang berbasis di Surabaya, melebarkan sayap bisnis dengan membuka kantor cabang di Semarang, Jawa Tengah. Kantor cabang tersebut akan berfungsi sebagai kantor cabang penjualan, pemasaran, serta pusat dukungan teknis untuk melayani klien di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.
Farodilah Muqoddam
Farodilah Muqoddam - Bisnis.com 27 November 2019  |  01:30 WIB
Presiden Direktur PT Jerindo Sari Utama Henry Nangoy (kiri), bersama Presiden Komisaris Jimmy Nangoy saat meresmikan kantor cabang di Semarang, Selasa (26/11 - 2019). Jerindo Sari Utama adalah perusahaan distribusi yang berbasis di Surabaya. (Bisnis
Presiden Direktur PT Jerindo Sari Utama Henry Nangoy (kiri), bersama Presiden Komisaris Jimmy Nangoy saat meresmikan kantor cabang di Semarang, Selasa (26/11 - 2019). Jerindo Sari Utama adalah perusahaan distribusi yang berbasis di Surabaya. (Bisnis

Bisnis.com, SEMARANG—PT Jerindo Sari Utama, perusahaan distribusi yang berbasis di Surabaya, melebarkan sayap bisnis dengan membuka kantor cabang di Semarang, Jawa Tengah. Kantor cabang tersebut akan berfungsi sebagai kantor cabang penjualan, pemasaran, serta pusat dukungan teknis untuk melayani klien di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Presiden Direktur Jerindo Sari Utama, Henry Nangoy, mengatakan bahwa posisi Jawa Tengah yang strategis dan telah terhubung melalui jaringan infrastruktur berupa jalan tol, kereta api, pelabuhan, dan bandara, menjadi poin penting pemilihan lokasi ini sebagai target ekspansi setelah Surabaya dan Jakarta.

Di Jawa Tengah, menurut Henry, Jerindo telah memiliki sejumlah klien berupa produsen makanan dan minuman yang memproduksi berbagai produk untuk kebutuhan konsumsi domestik maupun ekspor. Produk impor yang didistribusikan oleh perusahaan yang didirikan pada 1972 tersebut menjadi bahan baku sejumlah produk makanan makanan dan minuman, rokok, produk perawatan pribadi, farmasi, dan perawatan rumah.

Saat ini, lanjutnya, Jerindo tengah menjajaki kemungkinan untuk melakukan ekspor produk-produk asli Indonesia ke kawasan Asia Tenggara. “Saat ini produk kami impor, tapi ada rencana ekspor ke Asean dalam jangka tidak terlalu lama,” ujarnya seusai meresmikan kantor cabang di Semarang, Selasa (26/11).

Sementara itu, General Manager Jerindo Sari Utama untuk Makanan & Minuman dan Aroma & Perawatan Freddy Adhisetiyawan menambahkan bahwa saat ini tren yang sedang digemari di industri makanan dan minuman di Jawa Tengah dan Indonesia pada umumnya adalah kopi, malt, matcha, boba, dan gula aren. Tren tersebut diperkirakan masih akan berlanjut hingga tahun depan.

Pada perkembangan selanjutnya, menurut Freddy, industri makanan dan minuman di Tanah Air akan diramaikan oleh produk protein nabati dan beragam olahannya. “Daya beli pertumbuhannya cukup baik, sehingga produk yang dibeli lebih variatif,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapki) Adhi S. Lukman mengatakan bahwa kehadiran Jerindo di Semarang diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan industri makanan dan minuman di Jawa Tengah.

“Selama ini industri pengolahan di Jawa Tengah banyak didominasi oleh tekstil dan alas kaki. Jerindo, sebagai distributor dan intermediasi, diharapkan mampu menggeliatkan industri makanan dan minuman agar dapat berkontribusi lebih banyak,” ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri jawa tengah industri makanan minuman
Editor : Farodilah Muqoddam
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top