Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Warga Batang Sulap Limbah Plastik Jadi Paving Block

Melihat sampah-sampah yang berserakan membuat Didim Dimyanudin, salah satu warga di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terketuk untuk memperbaiki lingkungan dengan mendaur ulang plastik habis pakai menjadi paving block.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 29 November 2019  |  09:00 WIB
Paving block dari sampah plastik - Istimewa
Paving block dari sampah plastik - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG—Melihat sampah-sampah yang berserakan membuat Didim Dimyanudin, salah satu warga di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terketuk untuk memperbaiki lingkungan dengan mendaur ulang plastik habis pakai menjadi paving block.
 
Dikutip dari siaran resmi Pemkab Batang, Didim mengutarakan, paving block ini merupakan salah satu solusi menumpuknya sampah rumah tangga yang didominasi plastik pembungkus makanan. Selain itu, ada efek ekonomi dari penjualan barang daur ulang.

“Bahan utamanya tentu saja kantong plastik yang biasa dipakai ibu-ibu berbelanja,” tuturnya saat kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Bank Sampah di Kelurahan Sambong, Kabupaten Batang, Kamis (28/11/2019).

Dia menjelaskan, untuk membuat satu buah paving block membutuhkan takaran sampah plastik sebanyak 2-3 kilogram. Untuk harga dipatok Rp5.000 per buah atau Rp98.000 per meter persegi, karena 1 meter berisi 28 paving block segi enam.

Di pasaran, harga paving block berbahan dasar pasir lebih murah, yakni Rp70.000 per meter persegi.

“Memang jika dibandingkan, paving berbahan dasar plastik lebih mahal, namun orientasinya bukan bisnis, melainkan tujuan utamanya adalah bersinergi dengan lingkungan,” imbuhnya.

Lurah Sambong Henry Dunanto mengharapkan pelatihan pemanfaatan bank sampah yang kedua kalinya ini segera memberi manfaat bagi warga sekitar.

“Kantong plastik yang didaur ulang selain mengurangi sampah dan membuat wajah Kelurahan Sambong lebih bersih serta asri,” ujarnya.

Para pemangku kepentingan tentunya berupaya keras mengubah pola pikir masyarakat, untuk membudayakan tidak buang sampah sembarangan. Salah satunya dengan mengikuti lomba kebersihan tingkat Provinsi Jawa Tengah dan meraih juara III.

Henry mengharapkan agar anggota Karang Taruna yang baru dibentuk ini, memiliki semangat tinggi mampu menjadi pelopor bagi wilayah lain.

“Karang Taruna harus mampu menerapkan ilmu yang baru didapat untuk mengurangi penumpukan sampah plastik di Kelurahan Sambong,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sampah batang
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top