Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jateng Provinsi Ke-5 dengan Kasus HIV Terbanyak

Jawa Tengah masuk posisi lima besar provinsi dengan kasus human immunodeficiency virus (HIV) tertinggi di Indonesia setelah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Papua.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 11 Desember 2019  |  17:07 WIB
Jateng Provinsi Ke-5 dengan Kasus HIV Terbanyak
Jateng Provinsi Ke-5 dengan Kasus HIV Terbanyak - hivos.org/Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG - Jawa Tengah masuk posisi lima besar provinsi dengan kasus human immunodeficiency virus (HIV) tertinggi di Indonesia setelah DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Papua.

Fakta ini mengemuka dalam Pembukaan Pertemuan Peringatan Hari AIDS se-Dunia di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jateng, Selasa.

Pjs. Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Herru Setiadhie mengungkapkan berdasarkan data Kementerian Kesehatan pada 2012, data estimasi Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) di Jateng sebanyak 47.514 penderita. Pada 2016, jumlah ini meningkat menjadi 70.354 penderita

“Epidemi HIV/AIDS di Jawa Tengah sejak 1993 sampai September 2019 dilaporkan Dinkes Jateng sebanyak 30.465 penderita, dengan rincian 17.559 kasus HIV, 12.906 kasus AIDS. Sebanyak 1.915 orang di antaranya sudah meninggal dunia,” papar Herru dalam pernyataan resmi, Rabu (11/12/2019).

Terkait data tersebut, Herru meminta tenaga medis dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) di setiap kabupaten/kota melakukan kegiatan kuratif maupun preventif. Termasuk mengupayakan untuk menemukan dan mengobati masyarakat yang terindikasi HIV/AIDS.

”Saya sampaikan demikian karena stigma dan diskriminasi terhadap ODHA merupakan masalah pelik. Apalagi pascapenutupan lokalisasi, sebagai kebijakan nasional bahwa 2019 Indonesia bebas lokalisasi dan prostitusi, merupakan tugas berat. Meski begitu, Pemprov Jateng tetap mendukung dan berupaya melaksanakan program nasional itu dengan baik,” paparnya.

Herru juga mengapresiasi komunitas yang selama ini memberikan perhatian pada ODHA. Mulai dari memberikan layanan HIV, membela hak azasi manusia, serta mendampingi dan mendukung ODHA.

Herru berharap komunitas pemerhati ODHA dapat bekerja sama dengan OPD, ormas keagamaan, instansi vertikal maupun kelompok masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian kepada ODHA.

Bantuan masyarakat akan memberikan kontribusi besar dan mendukung penyelesaian kasus HIV/AIDS pada 2030.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jateng hiv/aids
Editor : Saeno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top