Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BMKG DIY: Setelah Cuaca Panas Berlalu, Waspadai Hujan Ekstrem saat Imlek

Selepas tiga hari ke depan, BMKG DIY memprediksi akan terjadi cuaca ekstrem. Pihaknya meminta masyarakat untuk mempersiapkan diri terhadap berbagai bencana yang dimungkinkan timbul pada saat cuaca ektrem seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin - Bisnis.com 21 Januari 2020  |  18:14 WIB
Pantauan cuaca.  - Antara Foto
Pantauan cuaca. - Antara Foto

Bisnis.com, BANTUL - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY memprediksi cuaca panas yang terjadi di musim penghujan saat ini akan bertahan sampai tiga hari ke depan.

Kepala BMKG DIY, Agus Riyanto mengatakan selepas tiga hari ke depan, BMKG DIY memprediksi akan terjadi cuaca ekstrem. Pihaknya meminta masyarakat untuk mempersiapkan diri terhadap berbagai bencana yang dimungkinkan timbul pada saat cuaca ektrem seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Bila prakiraan itu benar, maka saat liburan Imlek 25 Januari 2020 warga harus mewaspadai kehadiran hujan ekstrem tersebut, karena cuaca panas berakhir 24 Januari 2020, sesuai prediksi BMKG DIY.

Lebih lanjut Agus mengatakan bahwa saat ini dalam kondisi musim penghujan dan puncak musim hujan diprediksi terjadi di akhir Januari hingga awal Januari dengan intensitas hujan sedang hingga lebat yang mencapai 100 milimeter. Lebih tinggi dari normalnya 28-31 milimeter.

"Dasarian III/Januari hingga awal Februari kami mewaspadai sebagai puncak musim hujan," ujar Agus seusai mengikuti rapat koordinasi kesiapan Pemerintah Kabupaten Bantul menghadapi potensi bencana 2020 di Parasamya, kompleks Kantor Pemerintahan Kabupaten Bantul, Selasa (21/1/2020).

Bupati Bantul Suharsono menyatakan sudah memerintahkan kepada sejumlah OPD, camat hingga pemerintah desa untuk menyiapkan diri terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang terjadi di Bantul.

Pemkab juga memastikan ketersediaan anggaran prnanggilangam bencana jika dibutuhkan. “Jumlah dana kedaruratan bencana yang bisa digunakan mencapai Rp15 miliar dari anggaran tidak terduga,” ujar dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cuaca hujan

Sumber : harianjogja.com

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top