Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belum Ada Investor Ditunjuk di Tol Solo-Yogyakarta

Pembangunan Tol Solo - Yogyakarta menunjukkan progres yang positif dan telah masuk fase rencana pengadaan tanah.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 27 Februari 2020  |  20:38 WIB
Ilustrasi. - Istimewa/PT Jasamarga Solo Ngawi
Ilustrasi. - Istimewa/PT Jasamarga Solo Ngawi

Bisnis.com, SEMARANG — Pemerintah belum menentukan calon investor atau konsorsium yang akan membangun Jalan Tol Solo - Yogyakarta.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Hanung Triyono mengungkapkan memang sudah ada beberapa nama yang masuk untuk diseleksi. Namun, sampai sekarang belum ada penunjukan.

"Belum ada penunjukan, masih proses pemilihan investor," kata Hanung kepada Bisnis yang dikutip, Kamis (27/2/2020).

Hanung enggan membeberkan perusahaan mana saja yang sudah masuk radar pemerintah. Namun yang jelas proses tender sudah mulai dilakukan.

"[Tender] sepertinya sudah," jelasnya.

Adapun pembangunan Tol Solo - Yogyakarta menunjukkan progres yang positif dan telah masuk fase rencana pengadaan tanah.

Dalam Pengumuman No.590/0001282 yang ditandatangani pejabat (PJ) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Herru Setiadhie tanggal 17 Januari 2019 lalu, proyek jalan tol tersebut membutuhkan lahan seluas 472.155 hektare.

Pengadaan ratusan ribu hektare lahan tersebut rencananya akan berdampak di tiga kabupaten yakni Kabupaten Karanganyar, Boyolali, dan Klaten. Untuk Kabupaten Karanganyar, daerah yang akan terdampak proyek tol mencakup satu kecamatan dan satu desa.

Sedangkan Kabupaten Boyolali, pembangunan jalan tol itu berpotensi mengurangi lahan di dua kecamatan yakni Banyudono dan Sawit yang mencakup sembilan desa.

Khusus wilayah Klaten, kebutuhan lahan yang akan dibebaskan untuk pembangunan Tol Solo - Yogya lebih luas lagi. Pasalnya di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu proyek tol bakal melewati lahan di delapan kecamatan termasuk 50 desa atau kelurahan.

Pemprov Jateng seperti dikutip dari pengumuman tersebut Selasa (21/1/2020) menjelaskan rencana pengadaan tanah diperkirakan akan berlangsung dari tahun 2020 - 2021. Sementara itu untuk pembangunan jalan tol, pembangunannya bakal dimulai begitu pembebasan lahan selesai dan diperkirakan selesai pada 2025.

Adapun tahap pengadaan tanah dibagi dalam dua fase yakni tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Tahap persiapan mencakup aktivitas pemberitahuan rencana pembangunan, pendataan awal, konsultasi publik, penetapan lokasi, dan pengumuman penetapan lokasi.

Sedangkan tahap pelaksanaan terkait dengan aktivitas inventarisasi & identifikasi, pengumuman peta bidang tanah dan normatif, penetapan nilai, musyawarah, pemberian ganti rugi hingga pelepasan obyek pengadaan tanah.

Pemerintah menambahkan bahwa rencana pembangunan Jalan Tol Solo - Yogya ini didasarkan pertimbangan tiga aspek. Pertama, untuk meningkatkan aksebilitas dan konektivitas serta kapasitas jaringan jalan antara Provinsi Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kedua, sebagai pengurai kemacetan dan alternatif pengguna jalan di wilayah Solo dan DIY. Ketiga, meningkatkan aksebilitas daerah untuk mendorong minat swasta dan masyarakat dalam rangka pengembangan wilayah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah tol solo-yogyakarta
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top