Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perawat Diusir dari Indekos di Solo, Ini Penjelasan Pemilik Usaha

Ia hanya meminta ketiga perawat tersebut pindah ke lokasi yang lebih dekat dengan rumah sakit tempat mereka bekerja.
R Bony Eko Wicaksono
R Bony Eko Wicaksono - Bisnis.com 28 April 2020  |  11:54 WIB
Pemilik rumah indekos, Siti Mutmainah (kedua dari kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Camat Grogol, Sukoharjo, Selasa (28/4/2020). - JIBI/Bony Eko Wicaksono
Pemilik rumah indekos, Siti Mutmainah (kedua dari kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Camat Grogol, Sukoharjo, Selasa (28/4/2020). - JIBI/Bony Eko Wicaksono

Bisnis.com, SOLO — Sebanyak tiga perawat RSUD Bung Karno, Kota Solo dikabarkan diusir dari indekos di Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah (Jateng). Namun, ibu kos atau si pemilik indekos, Siti Mutmainah, membantah jika disebut mengusir ketiga perawat itu.

Ketiga perawat RSUD Bung Karno itu adalah Intan, Rahma, dan Siska. Intan diketahui menyewa kamar indekos selama 8 bulan 10 hari, Rahma menempati kamar indekos baru tiga hari sejak 22 April, sedangkan Siska baru membayar uang muka sewa kamar indekos.

Siti mengaku tak ada permasalahan dengan ketiga perawat yang menyewa kamar indekosnya. Dia memahami profesi perawat menjadi garda terdepan dalam penanganan wabah Covid-19.

"Saya bekerja sebagai bidan di Puskesmas Grogol. Sebagai sesama petugas medis, saya paham beban dan tugas berat para perawat. Ketiga perawat RSUD Bung Karno belum lama tinggal di rumah indekos. Paling lama Intan yang sudah menempati kamar indekos selama delapan bulan," katanya saat ditemui wartawan di Kantor Camat Grogol, Selasa (28/4/2020).

Si ibu kos itu mengaku tak mengusir ketiga perawat RSUD Bung Karno. Ia hanya meminta ketiga perawat tersebut pindah ke lokasi yang lebih dekat dengan rumah sakit tempat mereka bekerja.

Menurut Siti, RSUD Bung Karno menyiapkan asrama untuk para petugas medis baik perawat maupun dokter. Padahal, jarak RSUD Bung Karno dengan rumah indekos miliknya cukup jauh. Sementara tenaga dan pikiran mereka terkuras habis saat merawat pasien yang berobat ke RSUD Bung Karno, Solo.

Pertimbangan lain Siti meminta ketiga perawat itu pindah adalah kondisi kesehatan suaminya yang menderita penyakit kolitis ulseratif atau peradangan pada usus besar. Suami Siti kerap panik saat mendengar informasi mengenai persebaran Covid-19.

"Suami saya terlalu ketakutan dan panik. Kemudian suami meminta saya untuk menghimbau agar ketiga perawat ini pindah ke lokasi yang aman agar tak terlalu jauh dengan rumah sakit. Tidak ada pemaksaan, tidak pengusiran. Mereka juga menerima dan segera mengemas barang-barang di kamar indekos," kata dia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

solo tenaga medis

Sumber : JIBI/Solopos

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top