Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gubernur Ganjar: 'New Normal' Bukan Bendera Finis

New normal itu bukan bendera finish yang dikibarkan, terus ini disebut new normal. Maka harus diawali dulu dengan latihan-latihan.
Alif Nazzala R.
Alif Nazzala R. - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  17:29 WIB
Sejumlah kendaraanmelaju di jalur pantura perbatasan Kabupaten Demak - Kota Semarang, Demak, Jawa Tengah, Kamis (28/5/2020). Memasuki arus balik H4 Idul Fitri 1441 H, volume arus kendaraan bermotor dengan dominasi kendaraan pengangkut barang yang melintasi jalur perbatasan tersebut dari arah timur (Jawa Timur) ke arah barat (Jawa Barat dan DKI Jakarta) maupun sebaliknya terpantau ramai lancar. - Antara/Aji Styawan
Sejumlah kendaraanmelaju di jalur pantura perbatasan Kabupaten Demak - Kota Semarang, Demak, Jawa Tengah, Kamis (28/5/2020). Memasuki arus balik H4 Idul Fitri 1441 H, volume arus kendaraan bermotor dengan dominasi kendaraan pengangkut barang yang melintasi jalur perbatasan tersebut dari arah timur (Jawa Timur) ke arah barat (Jawa Barat dan DKI Jakarta) maupun sebaliknya terpantau ramai lancar. - Antara/Aji Styawan

Bisnis.com, SEMARANG - Jawa Tengah giat mempersiapkan fase tatanan normal baru (new normal) dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 dengan edukasi dan latihan ke masyarakat.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menerangkan kebijakan penerapan tatanan kehidupan baru belum dijalankan dalam waktu pendek. "Belum [penerapan], kita lagi latihan. New normal itu bukan bendera finish yang dikibarkan, terus ini disebut new normal. Maka harus diawali dulu dengan latihan-latihan," katanya, Kamis (28/5/2020).

Meski tidak diambil dalam waktu dekat, namun persiapan menuju itu terus digenjot. Sejumlah kantor pemerintahan, layanan publik, perbankkan, pasar, industri, tempat ibadah hingga sekolah harus siap dengan sarana prasarana pendukung seperti tempat cuci tangan, mengukur suhu serta pengaturan flow saat mereka bergerak harus tuntas.

"Sekarang sedang kami coba siapkan mereka mengatur itu. Agar masyarakat siap. Kemarin setelah ada keputusan Menteri Kesehatan sebagai pedoman, kami perintahkan semua untuk mengatur," ucapnya.

Disinggung kapan kemungkinan kebijakan new normal diambil, Ganjar masih menunggu perkembangan.

Adapun guna memetakan penyebaran Covid-19, Jawa Tengah mendorong pelaksanaan rapid test massal. "Tadi pagi saya dapat laporan di Purbalingga pasar-pasar sudah dites, Wonosobo juga sudah melakukan," terangnya.

Meski begitu, sampai saat ini laporan pelaksanaan rapid test secara lengkap belum disampaikan. Sedangkan rapid test yang diberikan sebanyak 11.400 rapid test.(K28)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jawa tengah New Normal
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top